Pedagang Taman Puring Kaget Wacana Relokasi ke Lenteng Agung, Desak Revitalisasi Pasar

Pedagang Pasar Taman Puring di Jakarta Selatan mengaku terkejut mendengar adanya wacana relokasi ke Lenteng Agung (LA). Mereka berharap Pasar Taman Puring dapat direvitalisasi sehingga para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tidak perlu dipindahkan ke Teras LA yang sudah lebih dulu ditempati eks-pedagang Pasar Barito.

Koordinator Pedagang Lapak Taman Puring, Asmun, menyatakan bahwa informasi mengenai relokasi ke Lenteng Agung baru diketahuinya melalui pemberitaan di media sosial. Hal ini karena saat audiensi dengan Pemerintah Kota Jakarta Selatan pada Kamis (22/10), lokasi tujuan relokasi belum disebutkan secara spesifik.

“Waktu kemarin Pak Wali itu dalam kita audiensi ke sana, tidak menyebutkan di lokasinya di mana. Bahwa cuman akan ada relokasi seperti itu. Semenjak tahu itu, saya tahu dari media sosial di detik.com itu bahwa akan perencanaan ada relokasi ke Lenteng Agung,” ujar Asmun kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).

Asmun menjelaskan bahwa mayoritas pedagang bertempat tinggal di wilayah Kebayoran Lama dan Kebayoran Baru, yang lokasinya dekat dengan Pasar Taman Puring. Jarak tempuh menuju Lenteng Agung dinilai akan memberatkan pedagang dari segi biaya transportasi harian.

“Kami sebagai pedagang dan bersama teman-teman juga pedagang di lapak, semua kaget bahwa kalau ke Lenteng Agung posisinya itu kan jauh dari tempat tinggal kita. Posisinya itu juga sangat tidak memungkinkan untuk relokasi para pedagang. Sebagai pedagang saya agak berat kalau ke Lenteng Agung,” tutur Asmun.

Ia menambahkan, “Perjalanannya setiap harinya itu kan lumayan membutuhkan jarak dan biaya cost-nya enggak enggak sedikit mondar-mandirnya itu, bukanya, tutupnya.”

Selain jarak, pihaknya juga mengkhawatirkan hilangnya pelanggan serta nama besar Pasar Taman Puring jika dipindah ke tempat baru. Menurut Asmun, merintis kembali usaha di tengah kondisi ekonomi saat ini bukanlah hal yang mudah.

“Sangat, sangat sangat sulit. Dengan kondisi ekonomi sekarang sangat sulit untuk nge-branding nama pun juga sangat sulit. Meskipun barangnya kita bagus, kalau namanya masih mulai dari nol itu kan lebih susah. Sedangkan nama Pasar Taman Puring itu sudah dari dari dulu, sudah legend-nya sudah dari dulu,” ungkap Asmun.

Ia melanjutkan, “Jadi branding untuk Pasar Taman Puring itu orang kalau sudah mendengar nama Pasar Taman Puring pasti ingat barang kita, sudah. Sedangkan ini kalau dimulai dari nol, Taman Puring enggak ada, nama Taman Puring tidak ada, agak berat di pedagang untuk kita dagang kan butuh pembeli.”

Asmun menyebut para pedagang masih memegang janji terkait rencana revitalisasi pasar. “Kita menyampaikan kan bahwa kita masih menunggu revitalisasi apa yang dijanjikan Pak Gubernur,” ucap Asmun.

Asmun juga menyayangkan adanya pernyataan yang menyebut lokasi pasar bekas kebakaran akan dialihfungsikan menjadi taman. Menurutnya, wacana tersebut muncul tiba-tiba.

“Karena belum ada rencana dari awal sebelum kebakaran. Waktu itu saya menyampaikan ke Pak Wali juga tidak ada sosialisasi, tidak ada informasi tentang apapun masa depan Taman Puring sebelum kebakaran,” jelas Asmun.

Ia menambahkan, “Tiba-tiba setelah barang kita habis, barang kita total habis kebakaran, tiba-tiba ada statement seperti yang diberitakan bahwa Taman Puring akan dijadikan taman. Itu sangat sangat sangat sangat sakit buat para pedagang mendengar statement itu. Karena kita barang habis, Kak. Kita korban kebakaran, bukan korban penggusuran ya. Kita korban kebakaran.”

Hingga saat ini, kata Asmun, belum ada pemberitahuan resmi dari pihak Pemkot Jakarta Selatan mengenai rencana relokasi ke Lenteng Agung. Meskipun demikian, ia berharap Pasar Taman Puring tetap direvitalisasi.

“Tetap dan harapan kami tetap menunggu revitalisasi. Paling tidak ada ada UMKM yang harus di dipertahankan di Pasar Taman Puring. Tidak bisa sebagai pedagang tidak bisa langsung dihilangin, langsung langsung hilang total. Itu yang yang tetap kami harapkan dari beberapa kebijakan yang mempunyai kebijakanlah di pemerintah daerah,” ucapnya.

Pemerintah Kota Jakarta Selatan sebelumnya menyatakan bahwa eks-Pasar Taman Puring akan dialihfungsikan menjadi Taman Setara pascakebakaran. Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, menyebut pedagang yang bertahan akan direlokasi, salah satunya ke kawasan Lenteng Agung.

“Untuk revitalisasi Taman Puring, sebagaimana yang sudah ditetapkan bahwa kebijakannya untuk eks Pasar Taman Puring akan dijadikan Taman Setara,” kata Syafrin setelah meninjau lokasi kebakaran di Pela Mampang, Jakarta Selatan, Jumat (23/10).

Syafrin memastikan lokasi relokasi telah disiapkan agar pedagang dapat melanjutkan usahanya. “Pedagang sebagaimana kemarin saya sampaikan bahwa untuk pedagang eks Pasar Taman Puring akan dilakukan relokasi. Relokasi yang tentu ini pun sudah memperhitungkan terkait dengan lokasi, sehingga mereka akan lebih mudah untuk berdagang, ada tempat yang sesuai, dan tidak menimbulkan polemik ke depan buat mereka yang terus berdagang pada tempat yang sudah ditetapkan,” kata Syafrin.

Pasar Taman Puring dilanda kebakaran hebat pada Senin (28/7/2025) malam lalu, yang menyebabkan sekitar 600 kios pedagang hangus terbakar.

Tinggalkan komentar