JAKARTA – Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 60 miliar untuk pembangunan ulang Pasar Serikat Batusangkar yang berlokasi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Proyek revitalisasi ini ditargetkan akan selesai pada akhir tahun 2027 mendatang.
Kepastian alokasi anggaran tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade. Ia menyampaikan hal tersebut saat melakukan peninjauan di Pasar Serikat Batusangkar bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra, Wakil Bupati Ahmad Fadly, serta tim dari Satuan Kerja (Kasatker) Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Sumbar, Kementerian Pekerjaan Umum, pada Rabu (28/10/2026).
Andre menjelaskan bahwa pembangunan pasar ini merupakan tindak lanjut dari janji Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan kepada Bupati Tanah Datar, Eka Putra, saat Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan. Kala itu, Prabowo berjanji akan membangun pasar tersebut jika terpilih menjadi presiden.
“Alhamdulillah, setelah itu saya dan Pak Eka berbicara dengan Menteri PU untuk menyampaikan aspirasi ini kepada Presiden. Menteri PU juga sudah datang khusus ke sini dan menginstruksikan jajarannya untuk menganggarkan pembangunan pasar ini,” ujar Andre dalam peninjauan yang turut dihadiri Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumbar Elsa Putra Friandi.
Anggaran sebesar Rp 60 miliar tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat signifikan bagi 308 pedagang yang beraktivitas di Pasar Serikat Batusangkar. Dari jumlah tersebut, 112 pedagang menempati kios, sementara sisanya berdagang di area hamparan.
Saat ini, proses tender perencanaan pembangunan pasar tersebut sedang berjalan. Andre memperkirakan, setelah tahap perencanaan rampung, tender untuk konstruksi dapat dimulai pada awal tahun 2027. “Insya Allah Februari sudah bisa dimulai pengerjaannya. Kita targetkan akhir 2027 pasar ini sudah bisa diserahterimakan kepada pemerintah kabupaten, kemudian pemerintah kabupaten menyerahkannya kepada para pedagang,” tuturnya.
Andre menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) atas realisasi usulan pembangunan pasar ini. Ia juga memberikan penghargaan atas upaya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Kami sebagai anggota DPR mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan jajaran Kementerian PU yang telah mengawal serta mengeksekusi permintaan Presiden. Terima kasih juga kepada Bupati Tanah Datar yang terus berjuang untuk masyarakat,” kata Andre.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, turut menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Andre Rosiade. Menurut Eka, Andre telah membantu membuka jalur komunikasi dengan pemerintah pusat, sehingga berbagai usulan pembangunan daerah dapat ditindaklanjuti.
Eka menambahkan, selain pembangunan ulang Pasar Serikat Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar juga mendapatkan dukungan untuk sejumlah program infrastruktur lainnya. Ini termasuk enam ruas jalan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD), pembangunan sabo dam, serta beberapa proyek jembatan.
Lebih lanjut, Eka menyebutkan adanya rencana pembangunan Sekolah Rakyat berskala besar di Tanah Datar dengan nilai investasi sekitar Rp1,3 triliun. Sekolah ini direncanakan memiliki kapasitas hingga 3.000 ruang belajar. Lahan untuk pembangunan sekolah tersebut telah dihibahkan kepada pemerintah daerah oleh COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria.
“Atas nama masyarakat Tanah Datar, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Kami mendoakan beliau selalu diberikan kesehatan dan kelancaran dalam memimpin Republik Indonesia,” ujar Eka.
Eka menggambarkan kondisi Pasar Serikat Batusangkar saat ini sudah sangat memprihatinkan. Kerusakan pada bagian atap dan kebocoran yang sering terjadi telah mengganggu aktivitas para pedagang, terutama saat musim hujan. Kondisi ini, menurutnya, telah berlangsung selama lima hingga tujuh tahun terakhir, memaksa sejumlah pedagang menggunakan terpal untuk menutupi area yang bocor.
“Kalau hujan, pedagang sudah basah semua karena bocor. Atap toko juga sudah ditutup menggunakan terpal. Kondisi ini sudah terjadi lima sampai tujuh tahun,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa penanganan Pasar Serikat Batusangkar tidak hanya bersifat renovasi, melainkan pembangunan ulang total dengan membongkar bangunan lama dan mendirikan bangunan baru. Eka berharap proyek ini dapat segera direalisasikan demi kenyamanan dan keamanan para pedagang dalam menjalankan usahanya.
Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memperjuangkan penanganan pasar-pasar lainnya di Tanah Datar, termasuk kawasan Pasar Atas dan Pasar Bawah. “Kami berharap pembangunan pasar ini benar-benar menjadi solusi bagi pedagang. Setelah ini, tentu kami juga akan memperjuangkan kebutuhan pasar-pasar lainnya di Tanah Datar,” tutupnya.