Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membeberkan alasan strategis di balik pembentukan 204 satuan baru di lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Menurutnya, langkah ini merupakan bagian integral dari upaya berkelanjutan untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kita mempertahankan pulau-pulau kita ini kan ada berapa pulau, banyak sekali. Ini, ada 17.000 pulau yang harus kita amankan. Sebenarnya dalam undang-undang ada kan,” ujar Jenderal Agus di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Jenderal Agus merinci bahwa satuan-satuan baru ini akan ditempatkan di berbagai wilayah strategis, termasuk pulau-pulau terkecil yang bahkan tidak berpenghuni. Tujuannya adalah untuk mencegah klaim dari negara lain dan memastikan keutuhan wilayah NKRI terjaga sepenuhnya.
“Jadi keutuhan wilayah, kedaulatan harus kita pertahankan. Jadi ya pasukan yang ada nanti akan kita sebar di sampai dengan ke pulau-pulau terkecil. Jangan sampai pulau-pulau yang banyak tidak dihuni oleh kita, nanti diambil oleh negara lain dan jadi kedaulatan kita terganggu,” tegasnya.
Persiapan personel dan alat utama sistem senjata (alutsista) menjadi prioritas dalam pembentukan satuan baru ini. “Jadi sebelum itu, ya kita siapkan. Siapkan personelnya, nanti alutsistanya kita siapkan sehingga ya kita benar-benar aman lah. Kita mengamankan keutuhan wilayah, mengamankan masyarakat juga,” tambah Panglima TNI.
Selain itu, Jenderal Agus juga menjelaskan mengenai struktur Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) yang merupakan salah satu satuan baru yang dibentuk. Yon TP terdiri dari sembilan kompi, di mana empat di antaranya adalah kompi produksi yang dirancang untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat, seperti penanaman padi.
“selain itu juga ya khususnya sekarang kan Yon TP ya, Yon TP itu di situ ada ada sembilan kompi. Jadi sembilan kompi, empat kompi itu kompi produksi yang bisa menanam, membantu menanam padi dan sebagainya, ya, itu untuk masyarakat ya,” jelasnya.
Seluruh kegiatan yang dilaksanakan oleh Yon TP, menurut Jenderal Agus, berorientasi pada kepentingan masyarakat. Salah satu fokusnya adalah mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur agar menjadi produktif dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga.
“Semuanya yang kita lakukan itu untuk masyarakat. Jadi banyak lahan-lahan yang banyak lahan tidur yang harus kita kelola dengan baik, hasilnya ya untuk masyarakat,” katanya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meresmikan 204 satuan baru tersebut dalam rangkaian upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI. Satuan-satuan baru ini meliputi enam Kodam, satu Divisi Parako II Pasgat, satu Brigade Infanteri Marinir, satu Brigade Parako Pasgat, 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan, serta 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.
Pembentukan satuan baru lainnya juga mencakup tiga Batalyon Bantuan Tempur TNI AD yang terdiri dari satu batalyon kavaleri, satu batalyon artileri medan, dan satu batalyon artileri pertahanan udara. Selain itu, diresmikan pula empat Batalyon Infanteri Marinir, tiga Batalyon Parako Pasgat, dua Skadron Udara TNI AU, dua Satuan Radar TNI AU, serta satu Skadron Pendidikan TNI AU.