Operator Sekolah Rakyat: Kunci Akurasi Data Pendidikan dan Layanan Siswa

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan betapa krusialnya peran operator Sekolah Rakyat dalam proses input data pokok pendidikan (Dapodik). Data yang akurat dari operator ini menjadi fondasi utama untuk evaluasi, monitoring, serta panduan dalam memberikan pendampingan yang tepat bagi peserta didik di Sekolah Rakyat.

Penekanan tersebut disampaikan Gus Ipul saat memberikan arahan dalam Pelatihan Pengelolaan Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Bagi Operator Sekolah Rakyat Tahun 2026 di Bekasi, Jawa Barat, pada Jumat (9/10). Pelatihan ini dihadiri oleh 157 operator yang berasal dari berbagai Sekolah Rakyat.

“Jadi data itu sangat penting, fondasi bagi proses pengambilan keputusan untuk bisa supaya kita memberikan pembelajaran yang lebih tepat sesuai dengan kebutuhan setiap siswa di Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

Gus Ipul menegaskan bahwa tugas operator Dapodik bukanlah sekadar pekerjaan administratif semata. Dengan data yang valid dan benar, layanan yang diberikan kepada siswa dapat dipastikan lebih tepat sasaran.

Ia menguraikan empat poin krusial yang harus menjadi perhatian utama para operator. Pertama adalah identitas dan status peserta didik. Data yang valid akan sangat membantu pihak sekolah dalam mengenali setiap siswa secara tepat.

“Ini akan menuntun kita untuk melakukan asesmen pendampingan kepada siswa Sekolah Rakyat. Maka itu, ini adalah penuntun kita. Data ini penuntun kita semua,” tegasnya.

Kedua, operator perlu mencatat dan memverifikasi setiap perubahan data sumber daya manusia (SDM) sekolah secara akurat, mulai dari guru hingga tenaga kependidikan lainnya.

“Perubahan yang terjadi perlu dicatat, diverifikasi agar tata (kelola) sekolah tetap tertib,” imbuh Gus Ipul.

Ketiga, operator diminta untuk mendata sarana dan rombongan belajar yang mutakhir guna mendukung terciptanya pendidikan berkualitas. Hal ini menjadi semakin penting mengingat adanya masa transisi dari sekolah rintisan menjadi sekolah permanen yang membutuhkan pemutakhiran data secara berkala.

Poin keempat adalah sinkronisasi dan akuntabilitas data yang akurat untuk menghasilkan keputusan yang terpercaya. Gus Ipul mengingatkan kembali para operator untuk memastikan keakuratan data yang diinput.

“Prinsipnya sekali lagi, akurat, lengkap, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. Perlu juga sinkronisasi dan akuntabilitas. Yang penting, sehebat-hebatnya teknologi, tergantung siapa yang menginput,” jelasnya.

Lebih lanjut, Gus Ipul menyampaikan tiga komitmen yang harus dijalankan oleh para operator setelah mengikuti pelatihan ini: tuntaskan, verifikasi, dan jaga integritas. Mereka diharapkan mampu menyelesaikan input dan pemutakhiran data sesuai dengan kondisi faktual di Sekolah Rakyat masing-masing.

Selanjutnya, melakukan verifikasi silang dan koordinasi sebelum data disinkronkan. Terakhir, menjaga integritas dengan bersikap jujur, disiplin, dan menjaga kerahasiaan data.

“Tuntaskan, verifikasi, jaga integritas. Kualitas data adalah tanggung jawab bersama, bukan beban satu orang operator. Jadi ini adalah tanggung jawab bersama-sama kita,” katanya.

Gus Ipul juga berpesan agar para operator di Sekolah Rakyat dapat senantiasa menyediakan data yang akurat. Ia meyakini, jika data yang disajikan akurat, maka layanan yang diberikan pun akan tepat sasaran, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada pencapaian masa depan yang lebih baik.

“Kalau datanya akurat, layanannya tepat, tentu masa depan akan bisa diraih. Dengan data yang akurat, kerja yang tulus, kita hadirkan layanan Sekolah Rakyat optimal untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” pungkas Gus Ipul.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul sempat berdialog dengan salah seorang operator, Purnawirawan, dari Sekolah Rakyat Dasar (SRD) 3 Lombok Timur. Purnawirawan membenarkan peran penting operator dalam memastikan keakuratan data.

Ia mengungkapkan pengalamannya selama lima bulan bekerja sebagai operator, seringkali menemukan kesalahan penulisan nama maupun data identitas siswa yang belum terdata dalam sistem.

“Kalau menurut saya (peran operator) penting sekali, pak, karena kebanyakan data-data siswa, banyak yang tidak terdata,” ungkap Purnawirawan di hadapan Gus Ipul.

Tinggalkan komentar