Nenek Sugini Lawan Macan Kumbang dengan Sandal di Karanganyar

KARANGANYAR – Mbah Sugini, seorang perempuan lanjut usia, menunjukkan keberanian luar biasa saat seekor macan kumbang memasuki rumahnya di Dusun Plalar, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu. Ia berhasil mengusir hewan buas tersebut hanya bermodalkan sebuah sandal.

Menurut cucunya, Rizal (20), kejadian bermula ketika Mbah Sugini mendengar suara geraman kucing yang tidak biasa dari dalam rumahnya pada Rabu (21/10) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Suara tersebut terdengar terus-menerus meskipun sudah diupayakan untuk ditakut-takuti.

Saat Mbah Sugini keluar dari kamar, ia melihat seekor hewan besar. Tanpa rasa takut yang kentara, ia mengambil sandal dan melemparkannya ke arah hewan tersebut. Hewan itu kemudian panik dan berusaha melompat keluar melalui jendela dapur. Ketika tidak berhasil keluar, Mbah Sugini kembali melemparkan sandal, membuat hewan itu semakin panik dan berlari ke arah kandang sapi, hingga memecahkan kaca jendela di dekat kandang tersebut sebelum akhirnya kabur.

Rizal yang mendengar keributan segera mengecek kondisi dapur. Ia mendapati neneknya sedang membersihkan pecahan kaca jendela sambil menjelaskan ciri-ciri hewan yang masuk. “Ada hewan masuk, ada taringnya, ekornya panjang, besar. Mbah santai karena mungkin tidak tahu kalau itu macan ya,” ujar Rizal menirukan ucapan neneknya.

Mbah Sugini menggambarkan hewan tersebut memiliki ekor panjang, seukuran kambing, dan sempat menggeram serta menunjukkan taringnya saat mencoba melarikan diri di tengah kegelapan. Visual hewan itu digambarkan hitam dengan ekor panjang dan gigi yang tampak bertaring.

Rizal menduga macan tersebut masuk ke dalam rumah melalui pintu penghubung antara kandang sapi dan kambing. Setelah kejadian itu, Rizal memeriksa hewan ternaknya dan menemukan seekor kambing induk dalam kondisi sekarat di kandang. Anak kambingnya dilaporkan selamat.

“Saya cek lihat kambing sudah sekarat. Saya panggil tetangga yang kayak tukang jagal. Terus dibawa dua-duanya. Ada gigitan cukup dalam (pada leher kambing) induknya. Saat dibawa sudah sekarat, anaknya masih kuat saat saya angkat,” jelas Rizal.

Tinggalkan komentar