Menteri KLH Apresiasi Ekowisata Dusun Bambu, Dorong Kolaborasi Bisnis dan Lingkungan

JAKARTA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Men LHK) periode 2009-2014, Moh Jumhur Hidayat, mengapresiasi pengembangan ekowisata di Dusun Bambu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Kunjungan yang dilakukan pada Selasa (29/9) ini menyoroti pentingnya inisiatif berbasis alam yang mengintegrasikan pemulihan lingkungan, kegiatan ekonomi, edukasi, serta pelibatan masyarakat.

Jumhur menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong ekowisata sebagai sektor ekonomi yang beriringan dengan upaya pelestarian lingkungan. Ia menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta dalam memanfaatkan keanekaragaman hayati, dengan tetap mematuhi regulasi dan menjaga kelestarian alam.

“Dusun Bambu dapat menjadi contoh bagaimana pemanfaatan kawasan dapat berjalan seiring dengan pemulihan lingkungan. Kawasan yang dahulu gersang dan berpotensi mengalami erosi tersebut kini menjadi kawasan yang rimbun setelah dilakukan penanaman pohon. Ini adalah contoh usaha, membangun kegiatan ekonomi sirkular, sambil memuliakan lingkungan,” ujar Jumhur dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/2026).

Pandangan ini sejalan dengan visi EIGER Nature yang tengah mengembangkan inisiatif serupa di Megamendung, Bogor. Baik Dusun Bambu maupun EIGER Nature lahir dari gagasan Ronny Lukito untuk menciptakan ruang yang mendekatkan manusia dengan alam, sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.

“Sebagai brand yang lahir di Jawa Barat, kami ingin memberikan sumbangsih melalui ekowisata, yaitu inisiatif berbasis alam yang mengintegrasikan upaya restorasi dan konservasi, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Setelah Dusun Bambu, inisiatif berikutnya adalah EIGER Nature di Megamendung, Bogor,” kata Chairman EIGER Nature Ronny Lukito.

Ronny berharap EIGER Nature dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap alam dan mendorong pembelajaran langsung di lapangan. “Saya berharap generasi muda dapat semakin dekat dan bersentuhan dengan alam, serta belajar dari alam. Karena ketika kita semakin mengenal alam, kita akan semakin memahami pentingnya menjaga dan merawatnya,” tambahnya.

Semangat ini tercermin dalam pengembangan EIGER Nature di Megamendung, Bogor. Area ini telah menjalani restorasi lahan kritis di kawasan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I Regional 2 dan mendukung konservasi Zona Pemanfaatan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP). Sejak 2021, program ini telah berhasil menanam lebih dari 120 ribu pohon dan perdu, serta lebih dari 8 juta tanaman semak dan penutup tanah.

Perjalanan dari Dusun Bambu hingga EIGER Nature merefleksikan semangat yang sama: menciptakan inisiatif berbasis alam yang tidak hanya menawarkan pengalaman, tetapi juga berkontribusi nyata pada pemulihan lingkungan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Tinggalkan komentar