JAKARTA – Jenderal Suyudi Ario Seto resmi menduduki posisi puncak di Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) setelah dilantik sebagai Kapolri. Momen pencapaian karier tertinggi ini disaksikan langsung oleh ibundanya, menciptakan suasana haru di Istana Negara.
Prosesi pelantikan Jenderal Suyudi sebagai Kapolri berlangsung di Istana Negara pada Kamis, 1 Oktober 2026, di hadapan Presiden Prabowo Subianto. Dalam upacara tersebut, Suyudi mengikrarkan sumpah jabatan untuk memimpin institusi Polri.
Di antara para saksi dari sisi belakang ruangan, tampak istri, anak-anak, dan ibunda Suyudi turut menyaksikan momen bersejarah tersebut. Usai upacara pelantikan selesai, Suyudi segera menghampiri keluarganya.
Dalam adegan yang menyentuh, Suyudi terlihat langsung mencium tangan ibundanya yang duduk di kursi roda. Ia pun merendahkan tubuhnya hingga bersimpuh, menyelaraskan posisinya agar sejajar dengan sang ibu. Percakapan singkat terjalin sebelum Suyudi mengecup kening dan merangkul ibundanya. Tak lama kemudian, ia memeluk istri dan anak-anaknya satu per satu, memperlihatkan kehangatan keluarga di tengah momen penting kariernya.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga melantik Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri yang digantikan oleh Suyudi, sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Posisi KSP sebelumnya diisi oleh Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman.
Suyudi Terima Panji Tribrata, Tongkat Estafet Kepemimpinan Polri Berganti
Sehari setelah pelantikan oleh Presiden Prabowo, Jenderal Suyudi Ario Seto secara resmi menerima Panji Polri Tribrata dari Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penyerahan simbol kepemimpinan ini menandai estafet tongkat komando di Korps Bhayangkara secara resmi berpindah tangan.
Upacara serah terima Panji Tribrata dilaksanakan di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, pada Jumat, 2 Oktober 2026, sore. Jenderal Sigit menyerahkan panji tersebut kepada Kapolri baru, Jenderal Suyudi.
Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divisi Humas Polri, menyatakan bahwa prosesi serah terima panji ini merupakan bagian integral dari regenerasi kepemimpinan di lingkungan Polri. “Perlu kami sampaikan pada hari ini, tepatnya pada tanggal 2 Oktober 2026 merupakan bagian daripada rangkaian dalam rangka pergantian kepemimpinan di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia,” ujar Trunoyudo kepada wartawan di lokasi.
Lebih lanjut, Trunoyudo menjelaskan bahwa Panji Tribrata merupakan lambang tertinggi dari integritas dan pengabdian seluruh insan Bhayangkara. “Panji-panji Polri Tribrata ini menjadi bagian yang sangat penting karena di mana panji tersebut merupakan simbol kehormatan dan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan tugas Polri,” jelasnya.