JAKARTA – Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, melakukan dialog dengan mahasiswa-mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di China. Dalam pertemuan yang berlangsung di Beijing, Iftitah menyampaikan keinginannya untuk mengajak para sumber daya manusia (SDM) unggul asal Indonesia guna memajukan kawasan transmigrasi di tanah air.
Dialog tersebut dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026) di Beijing. Para mahasiswa yang hadir terlebih dahulu memperkenalkan diri dan menjelaskan latar belakang pendidikan mereka di berbagai perguruan tinggi di China. Salah satunya adalah Victor Hugo Yapadli, mahasiswa tingkat akhir jurusan Artificial Intelligence di Beijing Institute of Technology.
“Saya Victor, asalnya di Indonesia dari Medan, kemudian di sini berkuliah di Beijing Institute of Technology, Pak. Institut Teknologi Beijing, ITB tapi yang KW, Pak. Jurusan Artificial Intelligence. Sekarang lagi S1, sudah tahun terakhir, Pak, sudah tahun keempat,” ujar Victor Hugo Yapadli.
Menteri Iftitah kemudian menanyakan ketertarikan Victor pada bidang artificial intelligence. Victor menjelaskan bahwa studinya berfokus pada pure coding, mencakup berbagai cabang seperti machine learning, deep learning, dan khususnya Natural Language Processing (NLP), yang ia analogikan seperti teknologi di balik ChatGPT.
Ketika ditanya mengenai versi ChatGPT di China, Victor menyebutkan nama-nama seperti DeepSeek dan Doubao.
Mahasiswa lain, Siti Nurkhairani, yang tengah menempuh pendidikan S2 di Beijing Wuzi University dengan jurusan Perdagangan Internasional, berbagi pengalamannya. Ia menyebutkan bahwa Menteri Iftitah pernah mengunjungi kampung halamannya di Lombok Timur. Siti menjelaskan bahwa beasiswa S1-nya disediakan oleh Pemerintah NTB, sementara untuk S2 saat ini didukung oleh pemerintah China.
Owain Cato Daniwan, mahasiswa Beijing Institute of Technology yang juga merupakan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Beijing, turut memperkenalkan diri. Ia menyatakan sudah tahun keempat menempuh S1 jurusan Artificial Intelligence di universitas yang sama dengan Victor, dan merasa terhormat memegang amanah sebagai ketua perhimpunan mahasiswa.
Menanggapi perkenalan para mahasiswa, Menteri Iftitah menyatakan bahwa terdapat banyak peluang karir yang luar biasa di Indonesia setelah mereka menyelesaikan studi di China. Ia menekankan pentingnya kehadiran SDM unggul di kawasan transmigrasi untuk membuka isolasi pengetahuan dan teknologi.
“Kalau saya melihat, sebetulnya opportunity di Indonesia itu luar biasa, besar sekali. Nah, saya sekarang sebagai Menteri Transmigrasi, itu mem-promote bagaimana SDM-SDM unggul itu hadir di kawasan-kawasan transmigrasi, tujuannya adalah untuk membuka isolasi ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Iftitah.
Iftitah menyadari bahwa perkembangan teknologi yang pesat dapat menjadi alat bantu bagi masyarakat di daerah transmigrasi untuk mengembangkan wilayah mereka. Ia juga menekankan bahwa kehadiran anak muda sangat dibutuhkan di desa-desa.
“Kalau ada anak-anak muda turun ke desa gitu, terus dia upload cara bercocok tanam, misalkan agriculture, ya kan? Cabai, misalkan yang terbaik seperti apa, itu akan jadi knowledge yang oke juga,” tutur Iftitah.
Lebih lanjut, Iftitah menyebutkan bahwa mahasiswa di Indonesia juga terlibat dalam program Transmigrasi Patriot yang digagas oleh Kementrans. Program ini bertujuan menghadirkan SDM unggul ke kawasan transmigrasi. Ia membandingkan program tersebut dengan praktik di Tiongkok, di mana guru besar dan profesor diterjunkan ke desa bersama mahasiswa untuk membantu masyarakat di daerah terpencil atau 3T.
“Mereka juga mendukung program Transmigrasi Patriot, yang ternyata di Tiongkok juga itu dilakukan, bagaimana guru besar, profesor, diterjunkan ke desa bersama dengan para mahasiswanya. Kemudian membantu masyarakat-masyarakat di daerah yang terpencil, yang 3T ya. Nah, itulah mereka mendukung agar kegiatan tersebut jangan berhenti dan terus dikembangkan, dilanjutkan,” kata Iftitah usai pertemuan.
Menteri Iftitah mengungkapkan bahwa para mahasiswa menunjukkan keinginan kuat untuk kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studi mereka dan berkontribusi membangun negeri. Mereka juga berharap dapat dilibatkan jika perusahaan-perusahaan Tiongkok melakukan investasi di kawasan transmigrasi.
“Betul-betul mereka ingin memberikan kontribusi yang terbaik bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, mereka memberikan masukan, jika kelak pada saatnya perusahaan-perusahaan Tiongkok itu melakukan investasi di kawasan transmigrasi, mereka juga ingin dilibatkan. Karena mereka menguasai bahasa Mandarin, budaya Mandarin, mereka sendiri adalah orang Indonesia, tahu bahasa Indonesia,” tutur dia.