Asap Karhutla Paksa Siswa di Papua Selatan Belajar Daring

JAKARTA – Aktivitas belajar mengajar di tiga dari empat kabupaten di Provinsi Papua Selatan terpaksa dialihkan ke metode daring atau online akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut. Keputusan ini diambil untuk melindungi kesehatan para siswa dari dampak kabut asap.

Menurut data yang dihimpun, siswa di Kabupaten Boven Digoel, Mappi, dan Asmat kini belajar dari rumah. Sekolah tatap muka dihentikan sementara karena pekatnya kabut asap yang menyelimuti daerah mereka.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Paskalis Prayitno, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi kabut asap. “Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Selatan terus melakukan monitoring terkait perkembangan kabut asap di empat wilayah dan mendukung langkah yang diambil pemda setempat terkait belajar secara daring, mengingat bila tetap dilakukan di sekolah dikhawatirkan berdampak kepada kesehatan para pelajar,” ujar Prayitno di Jayapura.

Namun, berbeda dengan tiga kabupaten lainnya, Kabupaten Merauke masih menjalankan aktivitas belajar mengajar secara tatap muka di sekolah. Hal ini dikarenakan tingkat kabut asap di Merauke belum separah di Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.

Tinggalkan komentar