Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, memberikan apresiasi tinggi terhadap partisipasi aktif masyarakat Kabupaten Banyumas dalam mendaftar sebagai Agen Perlinsos. Program ini bertujuan membantu warga dalam mengakses program bantuan sosial serta melakukan pengawasan terhadap penyalurannya. Hingga kini, tercatat lebih dari 26 persen penduduk Banyumas telah bergabung menjadi agen.
Para Agen Perlinsos ini berasal dari beragam latar belakang profesi dan peran di masyarakat. Mulai dari aparatur sipil negara (ASN), anggota Polri, perangkat desa, ketua RT/RW, pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), hingga masyarakat umum, semuanya turut berkontribusi dalam program ini.
“Bagus itu, banyak agen yang aktif. Hebat berarti agennya,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya pada Senin (12/10/2026). Pernyataan ini disampaikan saat ia menerima kunjungan Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono beserta jajaran di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta. Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.
Data dari Kementerian Sosial menunjukkan bahwa Kecamatan Sumbang menjadi wilayah dengan konsentrasi Agen Perlinsos terbanyak di Kabupaten Banyumas. Hal ini mengindikasikan tingginya kesadaran dan keterlibatan warga di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Gus Ipul turut mendorong Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk memaksimalkan pemanfaatan kuota Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) yang masih tersedia. Saat ini, terdapat lebih dari 6.000 kuota yang dapat diusulkan untuk masyarakat agar menerima PBI-JK.
Gus Ipul menekankan pentingnya pemerintah daerah segera memanfaatkan peluang ini demi menjangkau lebih banyak masyarakat yang berhak mendapatkan perlindungan jaminan kesehatan. “Bulan depan ini, usulkan 6.000 tambahan,” tegas Gus Ipul, mengacu pada data penduduk miskin Kabupaten Banyumas yang mencapai 194.867 jiwa berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025.
Per September 2026, tercatat sebanyak 784.619 jiwa di Kabupaten Banyumas telah menjadi penerima PBI-JK. Angka ini masih menyisakan selisih kuota yang cukup signifikan, yaitu lebih dari 6.000 jiwa, dari potensi maksimal yang bisa dicapai sebanyak 790.755 jiwa.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sadewo menjelaskan bahwa tingginya partisipasi agen di Kecamatan Sumbang tidak lepas dari kondisi demografis dan sosial wilayahnya. “Populasi di Sumbang itu banyak dan termasuk keluarga miskin. Banyak yang memiliki masalah sosial,” ungkap Sadewo.
Ia menambahkan, keaktifan Agen Perlinsos di Kecamatan Sumbang merupakan cerminan keterlibatan warga dalam mendukung program pengentasan kemiskinan, termasuk melalui inisiatif Sekolah Rakyat yang telah dibangun di wilayah tersebut. Para agen berperan aktif dalam menjaring calon siswa yang memenuhi kriteria untuk mengenyam pendidikan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Banyumas, mengingat masih besarnya angka penduduk miskin dan miskin ekstrem.
Bupati Sadewo menyambut baik anjuran dari Gus Ipul terkait penambahan kuota PBI-JK. Usulan penambahan sekitar 6.000 penerima dinilai sudah mendekati kebutuhan yang sebelumnya diajukan oleh pemerintah daerah, yaitu sekitar 7.000 penerima.