Kelangkaan stok bahan bakar minyak (BBM) dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Bali. Kondisi ini memicu antrean panjang kendaraan di berbagai Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), bahkan beberapa pengendara mengaku harus menunggu hingga satu jam untuk mendapatkan pasokan.
Antrean kendaraan terlihat merayap perlahan di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, tepatnya di SPBU Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi. Fenomena serupa juga terjadi di SPBU Werdi Bhuwana, SPBU Sangeh, SPBU Lukluk, dan SPBU di kawasan padat penduduk Dalung Permai. Sebagian besar SPBU di Kecamatan Kuta dan Kuta Selatan juga diserbu pengendara, menimbulkan kemacetan lalu lintas di area sekitarnya.
Di SPBU 54.083.08 Kelurahan Kapal, antrean terpanjang terpantau di jalur khusus Pertalite, menunjukkan tingginya permintaan jenis BBM tersebut dibandingkan bahan bakar lainnya.
Beberapa pengendara mengaku harus menghabiskan waktu lebih dari satu jam untuk mengantre. Salah seorang warga Tabanan, Gede Ari, yang baru pulang kerja dari Seminyak, menuturkan baru bisa mengisi bensin sekitar pukul 19.50 Wita setelah mengantre sejak pukul 18.30 Wita. “Sudah keliling di sekitar Dalung, masih ramai makanya saya ke sini,” ujarnya.
Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba membenarkan adanya kepadatan di sejumlah SPBU wilayah Badung. Ia menjelaskan bahwa kendala teknis pada proses pasokan dari penyedia BBM menjadi penyebab utama kelangkaan ini. Pihaknya telah menerjunkan personel pengamanan di setiap SPBU yang terdampak untuk mengantisipasi kemacetan lalu lintas dan menenangkan masyarakat agar tidak panik.