Menkop Ferry Juliantono: Kebangkitan Koperasi Kembalikan Semangat Perjuangan Ekonomi

JAKARTA – Menteri Koperasi (Menkop) sekaligus Sekretaris Jenderal Syarikat Islam (SI), Ferry Juliantono, menegaskan bahwa kebangkitan koperasi merupakan pengembalian benih perjuangan kemerdekaan yang digagas oleh para pendiri bangsa.

Menurut Ferry, semangat ini bertujuan untuk mengakhiri penguasaan sumber daya oleh segelintir korporasi besar. Penegasan ini disampaikan dalam Diskusi Publik Pra Kongres Nasional SI ke-42 di Jakarta.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber seperti Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Rocky Gerung, Presiden Lajnah Tanfidziah Pimpinan Pusat Syarikat Islam Hamdan Zoelva, Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Panel Barus, Ketua LPEU MUI Mukhaer Pakkana, Ketua Pelaksana Kongres Nasional Majelis Tahkim SI ke-42 Yudhi Irsyadi Syafii, dan Pakar Ekonomi Syariah Anas Alhifni (Gus Anas).

“Koperasi memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi rakyat. Semangat kebersamaan, gotong royong, keadilan, dan pemberdayaan yang menjadi bagian dari perjuangan SI sejalan dengan nilai-nilai koperasi,” ujar Ferry Juliantono dalam keterangan tertulisnya.

Ferry mengingatkan bahwa gagasan kemerdekaan dan pemerintahan mandiri pertama kali digaungkan oleh H.O.S. Tjokroaminoto dalam Kongres SI ke-3 di Bandung. Semangat tersebut didasari keinginan untuk mengangkat rakyat dari penindasan kolonial, termasuk melalui pendirian koperasi dan Asuransi Bumiputera pada tahun 1912.

Ia menambahkan bahwa Presiden Prabowo Subianto kini mengembalikan negara ke jalur konstitusi, hadir, mengatur, dan memastikan kemakmuran dibagi merata.

Oleh karena itu, Ferry berharap Kongres SI ke-42 dapat memperkaya gagasan demi perubahan yang lebih cepat dan mewujudkan cita-cita pendiri bangsa untuk mencapai kemerdekaan sejati melalui kemandirian ekonomi rakyat. Ia menegaskan bahwa arah dakwah ekonomi SI yang digagas sejak 2010 kini mulai menunjukkan hasil nyata.

Ferry menekankan bahwa semua ini merupakan wujud nyata perubahan yang diperjuangkan agar koperasi menjadi lebih kuat, modern, dan mampu menjawab kebutuhan zaman. “Semoga diskusi ini menjadi ruang bertukar gagasan dan melahirkan langkah konkret untuk memperkuat gerakan koperasi serta mewujudkan kemandirian ekonomi Indonesia,” ucapnya.

Presiden SI Hamdan Zoelva menambahkan bahwa sejak Kongres SI tahun 2010, dakwah ekonomi dan penguatan koperasi telah menjadi prioritas utama untuk mengatasi ketimpangan yang melebar dan membangkitkan kemandirian ekonomi rakyat. “Maka koperasi merupakan jalan tepat untuk mengembalikan kesadaran ekonomi rakyat. Dakwah di bidang pendidikan dan sosial tetap berjalan, namun ekonomi harus menjadi prioritas agar kemandirian tercapai. Penguatan koperasi sejalan dengan semangat awal pendiri bangsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Rocky Gerung mengemukakan bahwa semangat koperasi sangat relevan dengan dasar bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Ia menilai makna setiap sila Pancasila selaras dengan nilai-nilai koperasi.

“Penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) pada akhirnya membutuhkan dukungan negara agar gerakan koperasi memiliki fondasi yang kuat dan mampu berfungsi sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Rocky Gerung juga menjelaskan bahwa kekuatan koperasi terletak pada gerakannya yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan KDKMP perlu didorong sebagai gerakan bersama yang memiliki fondasi kuat, bukan hanya sebagai pembentukan kelembagaan. “Koperasi harus dipahami bahwa bukan semata-mata sebuah bangunan tapi adalah revolusi atau gerakan, revolusi bisa terjadi kalau itu sudah menjadi gerakan, kalau nggak ada gerakan tidak ada revolusi,” tutup Rocky.

Tinggalkan komentar