BOGOR – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, yang sebelumnya bernama Sugiono, melakukan kunjungan ke SDN 2 Cirimekar dan SMAN 2 Cibinong, Bogor, Jawa Barat. Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung progres program revitalisasi dan digitalisasi di sektor pendidikan.
Dalam tinjauannya, Muhadjir Effendy menyatakan bahwa perbaikan ruang kelas dan toilet di kedua sekolah tersebut berjalan sesuai rencana. “Paketnya kurang lebih sama, perbaikan ruang kelas dan toilet. Jadi saya melihat yang sudah jadi, yang sudah selesai, dan sejauh ini saya kira semuanya sesuai dengan rencana dan ketentuan,” ujar Muhadjir di SMAN 2 Cibinong, Rabu (7/10/2026).
Meskipun demikian, Muhadjir Effendy mengakui bahwa implementasi digitalisasi belum sepenuhnya menjangkau seluruh kebutuhan sekolah. Ia menekankan bahwa ini adalah upaya besar yang membutuhkan proses dan waktu. “Belum menyentuh semua yang dibutuhkan oleh masing-masing sekolah, kita tahu ini merupakan upaya besar yang dilakukan oleh pemerintah dan semuanya perlu proses, semuanya perlu waktu,” imbuhnya.
Pemerintah telah melakukan inventarisasi masalah di berbagai titik untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan. Muhadjir Effendy juga menyoroti masukan dari kepala sekolah mengenai manfaat papan interaktif digital yang dibagikan oleh Presiden. “Tadi juga saya mendapatkan masukan dari kepala sekolah bahwa papan interaktif digital yang dibagikan oleh Presiden merupakan satu sarana belajar yang sangat bermanfaat,” ucapnya.
Papan interaktif digital ini dinilai mampu meningkatkan antusiasme belajar siswa. Muhadjir Effendy berharap agar setiap kelas dapat memiliki satu unit di masa mendatang, meskipun ia menyadari bahwa hal tersebut memerlukan waktu. “Itu juga meningkatkan antusiasme murid dan siswa untuk belajar dan sama, harapannya semuanya dapat masing-masing satu kelas tapi ya perlu waktu, tapi kita akan usahakan,” jelasnya.
Pemanfaatan papan interaktif digital dianggap sangat relevan dan bersahabat bagi generasi muda yang sudah terbiasa menggunakan gawai. “Karena memang tadi juga disampaikan bahwa selain kesesuaian dengan teknologi, kemudian familiarity sama murid-murid karena mereka berasal dari generasi yang banyak menggunakan gawai. Jadi pemanfaatan papan interaktif digital itu merupakan sesuatu yang sangat bersahabat,” pungkasnya.