Mediasi Gagal: Petasan Maulid Nabi di Jaksel Berujung Laporan Polisi

JAKARTA – Upaya mediasi antara warga dan panitia penyelenggara acara Maulid Nabi di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terkait penggunaan petasan menemui jalan buntu. Warga yang merasa dirugikan memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

“Para warga yang merasa dirugikan berkeberatan dan akan menempuh jalur hukum,” ujar Lurah Pondok Pinang, Dina Rosdina, pada Selasa (6/10/2026).

Mediasi yang difasilitasi oleh Ketua RW tersebut menghasilkan dua kesimpulan utama. Pertama, menyangkut dampak dari penyalaan petasan yang mengganggu warga. Kedua, terkait insiden kericuhan yang terjadi ketika warga memprotes panitia.

Dalam mediasi, panitia penyelenggara mengakui bahwa kegiatan tersebut tidak memiliki izin resmi. Mereka beranggapan bahwa pelaporan ke RT dan RW setempat sudah cukup. “Penyelenggara mengaku salah atas kegiatan pemasangan kembang api tersebut pada jam atau waktu istirahat masyarakat, sehingga mengganggu banyak pihak,” tambah Dina.

Pihak penyelenggara juga telah menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas nama keluarga besar dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut.

Sebelumnya, sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan protes warga terhadap acara Maulid Nabi di Pondok Pinang yang dibarengi dengan penyalaan petasan hingga Sabtu (3/10) dini hari. Kericuhan diduga dipicu oleh penggunaan petasan yang terus dinyalakan hingga sekitar pukul 01.00 WIB, yang membuat warga merasa terganggu.

Dalam video viral tersebut, seorang ibu terlihat memprotes penyalaan kembang api yang mengganggu waktu istirahat. Disebutkan pula bahwa sejumlah anak terbangun dan menangis akibat suara petasan. Situasi memanas ketika seorang ibu dengan anak berkebutuhan khusus menyampaikan keluhannya kepada panitia, menyatakan bahwa penyalaan petasan membuat anaknya tremor.

Beberapa warga mencoba menenangkan ibu tersebut, namun sebagian peserta acara justru bereaksi negatif, bahkan ada yang menyebutnya kafir. Ketegangan sempat meningkat ketika ibu tersebut mencoba meminta panitia untuk datang, dan beberapa warga lainnya terlihat mengintimidasi serta memegang korban.

Tinggalkan komentar