JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana meluncurkan program beasiswa bernama LPDP Jakarta yang akan menyasar 75 mahasiswa pada tahun mendatang. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengungkapkan bahwa sejumlah institusi pendidikan ternama di luar negeri telah menyatakan kesiapannya untuk menjalin kerja sama, termasuk universitas terkemuka seperti New York University serta beberapa kampus di Inggris dan Australia.
Wacana ini disampaikan Anies Baswedan saat meresmikan Universitas Ciputra Jakarta di kawasan Rawa Buaya, Jakarta Barat, pada Kamis (15/10/2026). Ia menjelaskan bahwa universitas-universitas tersebut berencana membuka peluang kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Ada beberapa perguruan tinggi yang akan membuka diri untuk bisa bekerja sama dengan DKI, salah satu contohnya adalah New York University, Columbia, kemudian juga dari beberapa perguruan tinggi yang ada di Inggris, di Australia, dan sebagainya,” ujar Anies.
Lebih lanjut, Anies memaparkan bahwa program beasiswa ini tidak hanya berfokus pada bidang sains dan teknologi. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berkeinginan memberikan kesempatan bagi anak-anak muda Jakarta untuk mendalami berbagai bidang ilmu lain yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa kini.
Sebagai contoh, ia menyebutkan bidang kuliner, termasuk pendidikan untuk menjadi koki profesional, serta bidang kreatif seperti desain. “Bahkan, saya juga memberikan kesempatan untuk mereka belajar tentang menjadi chef, kemudian hal-hal berkaitan dengan kreator desain dan sebagainya,” tuturnya.
Anies juga mengindikasikan adanya pertimbangan untuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi di negara-negara Asia, seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Menurutnya, akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas harus dapat dijangkau oleh anak-anak dari keluarga yang kurang mampu, sehingga mereka memiliki kesempatan untuk meraih impian melanjutkan studi di kampus-kampus terbaik dunia.
“Saya membayangkan, dan saya sudah memutuskan, Jakarta akan mempunyai LPDP Jakarta. Walaupun di tahap awal, kurang lebih 75 anak yang akan kami biayai,” tegas Anies.
Ia menilai pendidikan memegang peranan krusial sebagai salah satu cara untuk memutus rantai ketidakberuntungan ekonomi dalam keluarga. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memperluas akses pendidikan melalui berbagai program bantuan. “Untuk memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga adalah pendidikan,” pungkasnya.