Listrik Padam di Batam, Produksi Air Bersih Terbatas 30%

Batam, Kepulauan Riau – Warga Batam saat ini tengah menghadapi situasi sulit akibat pemadaman listrik yang meluas. Kondisi ini secara langsung berdampak pada produksi dan distribusi air bersih, membuat banyak warga mengeluhkan situasi yang mereka sebut sebagai ‘survival mode’ di media sosial.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik. “Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan berharap penanganan dapat berjalan cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem,” ujar Ariastuty.

Gangguan pasokan listrik tersebut turut memengaruhi operasional sejumlah instalasi pengolahan air (IPA). BP Batam bersama mitra telah berupaya mengoptimalkan penggunaan generator set (genset) di IPA. Namun, kapasitas operasional yang menggunakan listrik cadangan ini belum mampu menopang produktivitas air secara penuh.

“Untuk saat ini, penggunaan genset di IPA hanya bisa mencakup sekitar 30 persen produktivitas air,” jelas Ariastuty.

Pemadaman listrik, yang dikenal sebagai PLN Off, berdampak pada operasional Water Treatment Plant (WTP) di beberapa lokasi strategis, termasuk Ladi, Harapan, Muka Kuning (MK), Piayu, Tembesi, Nongsa, serta DK 1 hingga DK 5.

Menghadapi kondisi ini, BP Batam mengimbau seluruh pelanggan untuk menggunakan air secara bijak dan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan. “Kami mengimbau seluruh pelanggan untuk dapat mengantisipasi kondisi ini dengan menyiapkan cadangan air secukupnya sesuai kebutuhan. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan,” tutup Ariastuty.

Tinggalkan komentar