Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Francine Widjojo, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyelesaikan pembangunan lima Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) baru. Sebelumnya, layanan Puskeswan di ibu kota hanya terpusat di Ragunan, Jakarta Selatan, dan Pondok Ranggon, Jakarta Timur.
Lima Puskeswan baru ini berlokasi di Pusat Produksi, Inspeksi, dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) Pluit, Kebun Anggur Pulo Gebang, Training Center Klender, Sentra Flora dan Fauna Semanan, serta Gedung Kantor Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta. Francine menyatakan bahwa pembangunan ini merupakan hasil perjuangannya sejak tahun 2025.
“Setelah selesai dibangun, lima Puskeswan ini akan mempermudah akses warga DKI Jakarta pada layanan kesehatan hewan,” ujar Francine kepada wartawan pada Selasa (6/10/2026).
Francine menjelaskan, dengan adanya fasilitas baru ini, warga Jakarta Utara tidak perlu lagi membawa hewan peliharaan mereka, seperti kucing, berobat jauh-jauh ke Ragunan. Sebelumnya, Puskeswan Pondok Ranggon hanya melayani hewan ternak, sehingga warga di wilayah utara terpaksa menuju Ragunan yang lokasinya sangat jauh.
“Puskeswan Pondok Ranggon hanya melayani hewan ternak. Jadi warga Jakarta Utara kalau mau bawa kucingnya berobat ke Puskeswan harus ke Ragunan yang jaraknya jauh sekali. Sedangkan transportasi publik kita belum membolehkan membawa kucing di armadanya, meski menggunakan carrier,” jelas Francine.
Ia menambahkan, “Dengan adanya Puskeswan yang lebih dekat, warga akan sangat terbantu dari sisi waktu maupun biaya untuk datang ke Puskeswan.”
Francine mengatakan pembangunan Puskeswan baru ini sejalan dengan prinsip One Health One Welfare. Ia meyakini hal ini akan meningkatkan tingkat kepedulian warga terhadap kesehatan hewan.
“Dengan meningkatnya jumlah Puskeswan di Jakarta, serta tingginya kesadaran dan kepedulian warga Jakarta terhadap kesehatan hewan, ini juga akan membantu menjaga kesehatan masyarakat Jakarta itu sendiri,” katanya.
Ia melanjutkan, “Kami sudah memperjuangkan pembangunan Puskeswan ini sejak 2025. Ini merupakan perkembangan yang baik dan harus kita kawal bersama-sama.”
Francine juga meminta agar Pemprov DKI Jakarta menyiapkan anggaran yang memadai untuk tenaga medis profesional, serta perawatan dan keperluan operasional puskeswan.
“Kehadiran Puskeswan-Puskeswan baru ini harus disertai dengan pengalokasian anggaran yang cukup untuk memastikan operasionalnya dapat berjalan lancar. Tidak hanya bangunannya, tapi kualitas layanan medisnya serta ketersediaan obat dan penunjang medis juga harus diperhatikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Francine mengingatkan agar kemajuan ini dilanjutkan dengan pembangunan Rumah Sakit (RS) Hewan. Ia menyoroti bahwa hingga saat ini Jakarta belum memiliki RS Hewan milik Pemprov yang menyediakan layanan gawat darurat 24 jam.
“Seiring kami mengawal pembangunan Puskeswan-Puskeswan yang dijanjikan akan rampung pada tahun ini, kami juga akan terus mengawal upgrade Puskeswan Ragunan menjadi Rumah Sakit Hewan dengan layanan gawat darurat 24 jam,” pungkasnya.