Tangerang Selatan – Ledakan besar mengguncang Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu (14/10) malam. Setelah melakukan penyelidikan mendalam, polisi akhirnya mengidentifikasi titik awal mula ledakan tersebut.
Penyelidikan yang dilakukan oleh tim gabungan dari Polda Metro Jaya dan Puslabfor Bareskrim Polri melibatkan dua kali olah tempat kejadian perkara (TKP) dan analisis terhadap 18 rekaman CCTV. Keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian juga turut dikumpulkan untuk memperjelas peristiwa.
Berdasarkan temuan di lapangan, ledakan tersebut dipastikan bukan berasal dari bom. Sumber ledakan teridentifikasi berasal dari sebuah ruang pematangan pisang atau ripening room yang berada di area pasar.
“Hari ini kami melakukan olah TKP yang kedua. Setelah kemarin kejadian 18.15 WIB. Kami olah TKP pertama. Malam tidak bisa dilanjutkan. Kami mengumpulkan beberapa CCTV. Di beberapa sudut termasuk di lokasi. Termasuk dekodernya,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Imron Ermawan, di Pasar Cimanggis, Kamis (15/10/2026).
Insiden ledakan yang terjadi pada Rabu sore itu dilaporkan menyebabkan dua orang meninggal dunia, 13 orang terluka, serta menimbulkan kerusakan parah pada sejumlah ruko dan kendaraan di sekitar lokasi.
“Sementara hasil dari rekan unit Jibom yang melakukan sterilisasi, sementara ya, tidak ditemukan barang berupa bom. Tentunya ini masih akan kami dalami dan tindak lanjuti yaa,” ujar Kombes Imron Ermawan.
Temuan di TKP
Kabid Balistik dan Metalurgi Forensik (Balmetfor) Puslabfor Bareskrim Polri, AKBP Jakaria Sembiring, menjelaskan bahwa pihaknya menemukan sebuah tabung gas etilen berkapasitas 52 kilogram di lokasi. Selain itu, ditemukan pula potongan selang yang diduga digunakan untuk menyalurkan gas tersebut ke dalam ruangan pematangan buah pisang.
“Yang pertama kita menemukan ada sebuah tabung gas isi 52 kilo, itu tabung gas etilen ya, gas etilen. Kemudian kita juga menemukan potongan selang, selang untuk menyalurkan gas etilen tersebut ke ruangan ripening ya, ripening ini adalah ruangan untuk mematangkan buah pisang agar cepat matang dan dia bisa matang merata,” jelas AKBP Jakaria Sembiring.
Di lokasi yang sama, tim juga menemukan komponen dinamo dari kipas yang diduga pecah akibat ledakan. Pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap dinamo tersebut untuk menentukan penyebab pasti.
“Kemudian komponen dari dinamo itu sendiri, biasanya kalau dinamonya itu sudah memang ada korslet atau rusak bisa menimbulkan percikan api berarti seharusnya dia ada kerusakan, tapi kalau nanti masih bagus berarti mungkin dari faktor lain,” imbuhnya.
AKBP Jakaria Sembiring menambahkan bahwa titik kerusakan terparah berada di ruko yang berdinding krem, yang terletak di bagian tengah area pasar. Pusat ledakan dipastikan berada di dalam ruangan ripening pisang tersebut.
“Yang jelas temuan hari ini sudah lebih mengerucut bahwa pusat ledakannya berada di dalam satu ruangan ripening untuk mematangkan buah pisang itu,” tegasnya.
Daftar Korban Akibat Ledakan
Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tragis di Pasar Cimanggis. Kasi Humas Polres Tangsel, Iptu Wahyuni, merinci bahwa satu korban meninggal bernama Riko, yang merupakan karyawan toko buah, dan korban lainnya adalah Achmad Tri Prasetyo, warga sekitar.
“(Korban meninggal) 1 pegawai operasional yang menyewa ruko, 1 masyarakat sekitar,” kata Iptu Wahyuni.
Selain korban tewas, sebanyak 11 orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini tengah menjalani perawatan di tiga rumah sakit berbeda, yaitu RSUD Tangsel, RS Sari Asih, dan RS Fatmawati.
Ledakan yang kuat tersebut menyebabkan beberapa bangunan mengalami keruntuhan dan menimpa para korban. Berikut adalah rincian para korban yang dirawat:
RSUD Tangsel
- Andri, luka bakar 90%
- Andre, luka bakar 90%
- Maman, luka ringan terkena serpihan
- Ade, luka ringan terkena serpihan
- Riko (meninggal dunia)
RS Sari Asih
- Anasyah, luka ringan
- Sarmin, luka ringan
- Wahyu Muhammadinno, luka ringan
- Mudiyawati, luka ringan
- Durham Efendi, luka ringan
RS Fatmawati
- Suryanto, luka berat
- Bahtiar, luka berat
- Achmad Tri Prasetyo (meninggal dunia)