Sejumlah pekerja proyek dilaporkan menyerang petugas Satpol PP saat berlangsungnya penertiban trotoar di kawasan Jakarta Selatan. Insiden ini menimbulkan kericuhan yang disaksikan langsung oleh pedagang nasi warteg keliling.
Mike, seorang pedagang nasi warteg keliling, menuturkan bahwa pada Kamis (8/10) siang, ia baru tiba di lokasi ketika diarahkan petugas Satpol PP untuk pindah tempat berjualan secara persuasif. Tak lama berselang, ia menyaksikan adanya aksi saling dorong antara petugas Satpol PP, polisi, Dinas Perhubungan, dan para pekerja proyek.
Menurut Mike, para pekerja proyek merasa kesal karena lapar dan kepanasan. Situasi semakin memburuk karena ban motor milik para pekerja proyek telah dikempeskan oleh petugas saat penertiban parkir liar berlangsung. “Ya paling karena panas, kelaparan, terus terganggu mau makan,” kata Mike, mengutip laporan Antara, Senin (12/10/2026).
Mike tidak mengetahui secara pasti apakah ada korban dalam peristiwa tersebut. Namun, ia melihat bahwa setelah kericuhan terjadi, sebagian besar ban motor para pekerja proyek memang telah dikempeskan. Tak lama kemudian, sejumlah pekerja memanggil kompresor untuk mengisi kembali ban motor mereka. “Habis itu ada yang datangin kompresor ke sini,” ucapnya.
Pedagang lainnya, Naryo, menambahkan bahwa perseteruan antara petugas dan pekerja proyek tersebut menyebabkan kemacetan parah di lokasi kejadian. “Waktu itu sampai macet total, dari arah sana (Taman Puring) enggak bisa jalan. Semua kendaraan dari arah sana ke sini tidak bisa jalan,” kata Naryo.
Dalam aktivitas sehari-hari, Mike dan Naryo berkeliling menggunakan sepeda motor untuk menjual makanan kepada para pekerja proyek. Sebelum berjualan di kawasan Kejaksaan Agung dan Bulungan, keduanya biasa menjajakan dagangan di sejumlah proyek di kawasan Menteng.
Pramono Minta Proses Hukum Tetap Berjalan
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta agar proses hukum tetap dilanjutkan terkait insiden penyerangan petugas Satpol PP oleh sejumlah pekerja proyek di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan. Salah satu petugas Satpol PP dilaporkan mengalami luka hingga memerlukan enam jahitan akibat kericuhan tersebut.
“Satpol PP tersebut akhirnya mendapatkan perawatan di Puskesmas Kelurahan Selong dan menerima enam jahitan,” ujar Pramono di Kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur, Senin (12/10).
Pramono menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugas tidak boleh dibiarkan. Ia meminta aparat untuk menegakkan aturan dan memproses kasus tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku. “Tadi malam pun saya bilang bahwa kita nggak boleh kalah dengan premanisme yang dilakukan oleh siapa pun. Karena itu mereka sedang menjalankan tugas, maka saya minta untuk ditegakkan aturan main,” tegasnya.
Pramono mengungkapkan bahwa perwakilan manajemen proyek telah menemui pihak Kecamatan Kebayoran Baru untuk menyampaikan permohonan maaf dan berharap masalah tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Meskipun demikian, Pramono menekankan agar proses hukum tetap berjalan. “Saya menyampaikan kepada Kepala Dinas Satpol PP untuk didengarkan terlebih dahulu apa yang terjadi. Tetapi sampai sekarang karena itu sudah dilakukan pemukulan, mereka mengejar-ngejar dan kemudian mengintimidasi. Saya minta proses hukumnya tetap ditegakkan,” tuturnya.