Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat upaya rehabilitasi dan rekonstruksi terhadap 121 fasilitas kesehatan yang terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga kini, pekerjaan konstruksi telah dimulai di 90 lokasi, yang mencakup sekitar 74,4% dari total fasilitas yang menjadi tanggung jawab penanganan.
Langkah ini diambil untuk mendukung pemulihan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat serta memastikan fasilitas publik dapat segera kembali berfungsi untuk melayani kebutuhan warga di daerah yang terkena dampak bencana. Pada fase tanggap darurat, Kementerian PU telah melaksanakan pembersihan material sisa bencana dan perbaikan infrastruktur yang terdampak sebagai fondasi awal menuju pemulihan permanen.
Secara rinci, Provinsi Aceh menangani 50 fasilitas kesehatan, dan seluruhnya telah memasuki tahap konstruksi. Di Sumatera Utara, pekerjaan konstruksi telah dimulai pada 21 dari total 36 fasilitas kesehatan yang ditangani. Sementara itu, di Sumatera Barat, sebanyak 19 dari 35 fasilitas kesehatan juga telah memasuki tahap konstruksi.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa proses pemulihan infrastruktur pascabencana terus berjalan dengan progres yang positif. Berbagai langkah percepatan menuju pemulihan permanen juga terus diupayakan agar fasilitas publik dapat kembali mendukung aktivitas masyarakat.
“Kementerian PU berkomitmen untuk mempercepat penanganan infrastruktur yang terdampak bencana agar aktivitas masyarakat dapat segera pulih. Infrastruktur yang kembali berfungsi akan menjadi penopang pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak,” ujar Dody dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (16/10/2026).
Pelaksanaan penanganan fasilitas kesehatan difokuskan untuk mendukung ketersediaan layanan kesehatan dasar bagi masyarakat yang terdampak. Penguatan fasilitas ini juga krusial untuk menunjang pelayanan masyarakat di hunian sementara, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan warga dengan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Percepatan pemulihan fasilitas kesehatan ini merupakan bagian dari penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas umum dan sosial pasca-penanganan awal pada masa tanggap darurat, yang meliputi pembersihan material sisa bencana. Selain fasilitas kesehatan, Kementerian PU juga memberikan dukungan perbaikan pada 370 lokasi fasilitas rumah ibadah di Sumatera.
Dari total 370 lokasi rumah ibadah tersebut, 137 lokasi berada di Provinsi Aceh dengan 115 lokasi di antaranya telah memulai tahapan konstruksi. Di Provinsi Sumatera Utara, dari 208 fasilitas peribadatan yang masuk program penanganan, 69 lokasi telah memasuki tahap konstruksi. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Barat, dari total 25 fasilitas peribadatan, 5 lokasi sedang dalam tahap konstruksi. Penanganan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi bangunan agar fasilitas dapat kembali digunakan secara layak.
Secara keseluruhan, progres fisik penanganan fasilitas umum dan fasilitas sosial di tiga provinsi terdampak telah mencapai 21,90 persen per tanggal 12 Oktober 2026, mencakup fasilitas kesehatan dan fasilitas peribadatan.
Kementerian PU terus mendorong percepatan pelaksanaan pekerjaan dengan mempertimbangkan kesiapan konstruksi, kondisi lapangan, serta kebutuhan prioritas masyarakat di setiap lokasi. Melalui program rehabilitasi dan rekonstruksi yang berkelanjutan, pemulihan fasilitas kesehatan diharapkan dapat memperkuat kembali pelayanan dasar dan mendukung kehidupan masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.