Kemensos Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Padang

JAKARTA – Kementerian Sosial (Kemensos) bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik guna memenuhi kebutuhan dasar ratusan warga yang terdampak banjir bandang di Kota Padang, Sumatera Barat. Penyaluran bantuan dilakukan melalui dua titik utama, yaitu gudang Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang serta gudang Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat.

Bantuan yang didistribusikan melalui BBPPKS Padang meliputi 80 paket makanan siap saji, 80 paket makanan anak, 120 lembar selimut, 40 lembar kasur, 40 paket family kit, dan 40 paket kidsware. Sementara itu, bantuan yang disalurkan melalui Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat mencakup 30 paket makanan anak, 250 bungkus nasi, 30 paket family kit, 16 paket kidsware, 30 lembar selimut, dan 30 lembar kasur.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar para korban pada fase awal penanganan bencana. “Di tengah situasi seperti ini, kita perlu lebih peka melihat kebutuhan warga. Anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas mungkin membutuhkan bantuan khusus. Jangan sampai ada yang kesulitan mendapatkan makanan, perlengkapan sehari-hari, atau tempat istirahat yang layak,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10/2026).

Banjir bandang tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Padang sejak Sabtu (10/10) pukul 12.00 WIB. Sekitar pukul 12.52 WIB, air sungai yang meluap menyebabkan banjir di Kecamatan Kuranji, yang kemudian meluas ke Kecamatan Koto Tangah dan Nanggalo pada siang hingga sore hari.

Warga terdampak terpaksa mengungsi ke beberapa lokasi yang dianggap aman, seperti Lapau Munggu di Kelurahan Kuranji dan Musala Al Ridwan di Kampung Tangah, Kelurahan Gunung Sarik. Di Kecamatan Koto Tangah, warga menemukan tempat berlindung di Masjid Al Hijrah dan Masjid Adam.

Berdasarkan laporan penanganan bencana per Rabu (14/10) pukul 07.45 WIB, tercatat sebanyak 743 jiwa terdampak banjir. Namun, sebagian besar warga yang sempat mengungsi kini dilaporkan telah kembali ke rumah masing-masing seiring dengan surutnya air.

Dari sisi kerusakan materiil, banjir menyebabkan 120 rumah terendam, satu rumah mengalami kerusakan berat, dan empat rumah rusak sedang. Selain itu, tanggul Sungai Lapau Munggu dilaporkan jebol dan akses jalan sepanjang sekitar 100 meter terputus di kawasan PDAM Guo, Kecamatan Kuranji. Infrastruktur PDAM dan tiang listrik di Kampung Guo juga turut terdampak. Meskipun begitu, tidak ada laporan mengenai korban meninggal dunia maupun korban luka-luka akibat kejadian ini.

Penanganan para korban dilakukan secara terpadu bersama unsur terkait, meliputi asesmen, pendataan kebutuhan, evakuasi, serta pendistribusian bantuan. Dalam proses evakuasi, tim gabungan memprioritaskan kelompok rentan untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Berdasarkan laporan terakhir, air banjir telah surut, namun lumpur dan material sisa banjir masih menutupi kawasan terdampak. Pembersihan permukiman terus dilakukan secara paralel dengan perbaikan tiang listrik dan pipa air bersih di Kampung Guo.

Upaya penanganan lebih lanjut mencakup mobilisasi pompa air dan ekskavator untuk mempercepat proses pengeringan serta persiapan normalisasi Sungai Batang Air Dingin dan Sungai Guo. Penanganan bencana ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Direktorat PSKB, BBPPKS Padang, Dinas Sosial dan BPBD Provinsi Sumatera Barat, Dinas Sosial dan BPBD Kota Padang, TNI-Polri, Tagana Kota Padang, relawan, serta instansi terkait lainnya.

“Terima kasih kepada Tagana, pemerintah daerah, TNI-Polri, dan seluruh relawan yang sudah membantu warga sejak kejadian. Pekerjaan kita masih berlanjut. Mari terus bekerja bersama, mendengarkan kebutuhan warga, dan membantu mereka melewati masa sulit ini,” pungkas Gus Ipul, mengapresiasi kerja sama tim dalam penanggulangan bencana.

Tinggalkan komentar