Asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di sejumlah wilayah Indonesia. Bencana ini tidak hanya mengkhawatirkan dampak kesehatan jangka panjang, tetapi juga menekan perputaran ekonomi masyarakat.
Hingga Senin (12/10), keluhan mengenai kebakaran hutan terus bermunculan dari masyarakat di berbagai daerah. Unggahan di media sosial memperlihatkan gambaran asap tebal hingga dahan-dahan yang terbakar bertebaran.
Di Bangka Belitung, musibah kebakaran gambut di dekat pemukiman memaksa satu keluarga dievakuasi oleh tim SAR. Api yang membesar akibat angin kencang membuat warga Kecamatan Simpang Rimba harus mengungsi. Dalam proses evakuasi, tim SAR menemukan satu keluarga terjebak di sebuah pondok di tengah kepungan asap pekat.
Sementara itu di Kalimantan Tengah, perhatian publik tertuju pada upaya relawan mengevakuasi orang utan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Kebakaran yang terjadi dari arah barat dan selatan kawasan tersebut terekam kamera dan telah dikonfirmasi oleh Kepala BNPB Letjen Suharyanto.
Laporan jurnalis dari sejumlah daerah menunjukkan situasi terkini di titik-titik rawan karhutla.
Selain isu kebakaran hutan, wilayah Sumatera Selatan juga dilaporkan dilanda banjir bandang yang merendam dua kecamatan, Koto Tengah dan Kecamatan Karanji. Banjir ini menyebabkan terputusnya akses dan membuat banyak warga terjebak.
Saat ini, BPBD bersama tim SAR sedang melakukan penyisiran lokasi dan fokus pada evakuasi warga yang terjebak. Kondisi terbaru dan potensi banjir susulan masih terus dipantau.
Di Jakarta, kreativitas warga ibu kota dalam memanfaatkan ruang terbatas untuk sarana olahraga juga menjadi sorotan. Sosok Rival Anwar, penggagas Jakarta Militan Fight, berupaya mengarahkan energi para pemuda, termasuk mantan pelaku tawuran dan anak jalanan, ke jalur prestasi di bidang olahraga kontak fisik.
Rival Anwar bertujuan mengajak mereka menjajaki potensi diri sebagai petarung berprestasi melalui pembinaan yang terstruktur.