Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya memperkuat posisi kota sebagai destinasi utama untuk pasar pertemuan dan perjalanan bisnis internasional. Langkah terbaru diambil melalui keikutsertaan dalam ajang Incentive Travel & Conventions, Meetings Asia (IT&CM Asia) 2026 yang diselenggarakan di Bangkok, Thailand.
Pameran berskala internasional ini berlangsung di Centara Grand & Bangkok Convention Centre at CentralWorld pada tanggal 22 hingga 24 September 2026. Keikutsertaan Jakarta bertujuan untuk memamerkan kemajuan dan kesiapan kota dalam menyambut acara-acara global.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta, Andhika Permata, menyatakan bahwa IT&CM Asia merupakan platform strategis untuk memperkenalkan perkembangan terbaru Jakarta kepada audiens global. “Jakarta kini tidak hanya berfungsi sebagai gerbang masuk, tetapi juga telah siap menjadi tuan rumah berbagai acara internasional berskala besar,” ujar Andhika dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Dengan mengusung tema ‘Jakarta Nice for MICE (Meetings, Incentives, Conventions, and Exhibitions)’, delegasi Jakarta terdiri dari 14 pelaku industri pariwisata. Sektor yang dilibatkan mencakup operator tur, Destination Management Company (DMC), perhotelan, wellness, asosiasi, penyedia venue, serta destinasi pendukung acara.
Pelaku industri yang berpartisipasi meliputi Jakarta Wellness (Etnaprana), Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), Universal Tour & Travel, Xpose Tour & Leisure Jakarta, Lisa Tours & Travel, Panorama Destination, Ina Leisure Indonesia Specialist DMC, The St. Regis Jakarta, Pullman Jakarta Central Park, Jambuluwuk Hotels & Resorts, Artotel Group, Aston Simatupang, PIK Tourism Board, dan PT Jakarta International Expo.
Keterlibatan beragam sektor ini sangat krusial dalam memperkenalkan ekosistem MICE Jakarta kepada calon mitra bisnis internasional. Selain fasilitas utama untuk pertemuan dan pameran, penyelenggaraan kegiatan bisnis juga sangat bergantung pada dukungan sektor lain seperti akomodasi, transportasi, pengelolaan destinasi, serta pengalaman wisata unik yang dapat meningkatkan daya tarik bagi para delegasi.
Disparekraf DKI Jakarta memanfaatkan pameran industri MICE ini sebagai ajang untuk memperluas jaringan bisnis, membangun kemitraan lintas negara, dan menegaskan kesiapan Jakarta sebagai tuan rumah kegiatan bisnis berskala internasional.
Upaya promosi ini turut didukung oleh partisipasi Direktorat Jenderal Imigrasi Republik Indonesia. Mereka menyediakan informasi penting mengenai kebijakan keimigrasian, persyaratan masuk, dan prosedur perjalanan ke Indonesia, yang diharapkan dapat membantu para pelaku industri pariwisata dalam menjangkau pasar Thailand.
Kepala Bidang Pemasaran dan Atraksi Disparekraf DKI Jakarta, Lucky Wulandari, menambahkan bahwa infrastruktur modern, aksesibilitas yang mudah, serta kekayaan budaya dan ragam pengalaman kota menjadi modal utama Jakarta dalam bersaing di pasar MICE Asia Pasifik. “Partisipasi dalam IT&CM Asia 2026 ini juga sejalan dengan ambisi Jakarta untuk masuk dalam daftar Top 50 Global Cities,” tambahnya.
Lucky menekankan bahwa daya saing Jakarta sebagai destinasi MICE tidak dapat dibangun hanya melalui promosi. Keberhasilan partisipasi ini akan diukur dari tindak lanjut pertemuan bisnis, realisasi kemitraan, serta peningkatan jumlah acara internasional yang berhasil diselenggarakan di masa mendatang, yang semuanya akan berdampak signifikan terhadap industri pariwisata dan perekonomian kota.