Imigrasi Palembang Hadir di Kambang Iwak, Tawarkan Paspor Ceria dan Budaya Pelayanan SIX

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang menggelar layanan Pasporia, atau Paspor Ceria, di kawasan publik Kambang Iwak, Kota Palembang, pada akhir pekan. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus paspor di luar jam kerja normal.

Kegiatan Pasporia sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang sosialisasi inovasi pelayanan bertajuk SIX (Sriwijaya Immigration Excellent). Inovasi ini menekankan pentingnya keramahan dan responsivitas petugas dalam melayani publik.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang, Khairil Mirza, dalam keterangan resminya pada Selasa (27/10/2026) menyatakan, “Kehadiran inovasi SIX dalam kegiatan ini menjadi bentuk penguatan komitmen bahwa peningkatan kualitas pelayanan tidak hanya dilakukan melalui kemudahan akses dan lokasi pelayanan, tetapi juga melalui sikap, perilaku, serta budaya kerja petugas dalam melayani masyarakat.”

Pasporia merupakan program dari Direktorat Jenderal Imigrasi yang dirancang untuk menyediakan layanan permohonan paspor pada akhir pekan dan di lokasi-lokasi umum yang mudah dijangkau. Pemilihan kawasan Kambang Iwak didasari oleh statusnya sebagai salah satu ruang publik yang kerap ramai dikunjungi warga, terutama pada akhir pekan.

Melalui Pasporia, masyarakat mendapatkan alternatif yang lebih fleksibel untuk mengurus dokumen paspor mereka di luar hari kerja. Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang juga memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan dan mensosialisasikan inovasi SIX yang merupakan gagasan langsung dari Khairil Mirza.

Inovasi SIX mengadopsi budaya pelayanan 6S, yang meliputi Senyum, Salam, Sapa, Sigap, Solutif, dan Simpatik. Keenam nilai ini menjadi panduan utama bagi seluruh jajaran Imigrasi Palembang dalam membangun interaksi yang positif dan membangun dengan masyarakat.

Elemen Senyum, salam, dan sapa merefleksikan keramahan yang harus ditunjukkan oleh petugas. Sementara itu, sikap sigap dan solutif menggambarkan kesiapan petugas dalam memberikan bantuan serta solusi terhadap berbagai kebutuhan pemohon. Lebih lanjut, sikap simpatik menekankan esensi dari empati, kepedulian, dan rasa hormat kepada setiap warga yang dilayani.

SIX juga mengintegrasikan slogan khas Palembang, “Wong Kito Galo”, yang sarat makna kebersamaan, kekeluargaan, dan kedekatan dengan masyarakat. Nilai-nilai lokal ini dipadukan dengan adat serta kearifan daerah Sumatera Selatan untuk membentuk karakter pelayanan keimigrasian yang memiliki identitas daerah yang kuat, tanpa mengorbankan profesionalisme dan standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Sosialisasi SIX yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Pasporia turut melibatkan sejumlah pejabat pemerintah daerah dan masyarakat yang sedang dalam proses pengurusan paspor. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan nilai-nilai pelayanan 6S sekaligus membangun pemahaman yang lebih baik mengenai krusialnya pelayanan publik yang mengutamakan keramahan, kecepatan, solusi, dan kepedulian.

Khairil Mirza berharap budaya pelayanan 6S dapat diaplikasikan secara konsisten dan menjelma menjadi kebiasaan kerja yang mendarah daging bagi seluruh jajaran di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang. Perpaduan antara profesionalisme dan kearifan lokal Sumatera Selatan diharapkan dapat menjadikan SIX lebih dari sekadar slogan, melainkan sebuah budaya pelayanan yang benar-benar tercermin dalam setiap interaksi petugas dengan masyarakat.

Pelaksanaan Pasporia dan sosialisasi SIX juga dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat serta komunitas. Dengan menyediakan layanan paspor di ruang publik dan memperkenalkan budaya pelayanan 6S, Imigrasi Palembang berupaya untuk memperluas jangkauan akses layanan sekaligus membangun sistem pelayanan publik yang lebih inklusif, ramah, dan responsif terhadap beragam kebutuhan masyarakat di Palembang dan wilayah sekitarnya.

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palembang menegaskan komitmennya untuk mendukung program Pasporia yang digagas oleh Direktorat Jenderal Imigrasi serta terus mengembangkan inovasi SIX. Melalui peningkatan kemudahan akses layanan dan penguatan budaya pelayanan yang berakar pada nilai-nilai lokal, instansi ini optimis dapat meningkatkan kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan keimigrasian yang diberikan.

Tinggalkan komentar