IFRC 2026 di Papua: Tingkatkan Budaya Keselamatan dan Kolaborasi

Timika, Papua Tengah – Indonesian Fire and Rescue Competition (IFRC) ke-8 tahun 2026 yang diselenggarakan di Mimika Sport Complex, Timika, Papua Tengah, tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga penguatan budaya keselamatan di Tanah Papua. Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa atau Mepa, mengapresiasi PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai tuan rumah yang dinilai berhasil membawa nilai penting ini.

Sebanyak 17 tim dari berbagai perusahaan di Indonesia turut serta dalam kompetisi dan challenging fire rescue ini. Mepa menekankan bahwa kegiatan ini sangat berarti bagi Papua Tengah dan menjadi nilai yang perlu dipertahankan untuk keselamatan di masa depan. Ia berharap masyarakat, khususnya para pelajar, dapat memanfaatkan kesempatan menyaksikan langsung kemampuan tim penyelamat untuk menambah wawasan dan pembelajaran dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.

Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menyatakan kebanggaannya atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada PTFI sebagai tuan rumah IFRC, setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan pada tahun 1996 dan 2005. Mengusung tema ‘Tumbuh Bersama Papua, Berkarya untuk Indonesia’, kompetisi ini mencerminkan semangat berbagi pengalaman dan keahlian yang dikembangkan di Papua untuk meningkatkan kemampuan tanggap darurat di seluruh Indonesia.

Tony Wenas menekankan pentingnya kolaborasi antara perusahaan, TNI, Polri, Basarnas, BPBD, dan instansi terkait dalam penanganan keadaan darurat. Ia juga mengingatkan akan potensi risiko akibat fenomena El Nino, termasuk meningkatnya ancaman kebakaran karena cuaca kering dan suhu tinggi. “Semangat utama kegiatan ini adalah keselamatan, sebuah nilai fundamental yang harus menjadi bagian integral dari setiap perusahaan dan setiap individu,” tegasnya.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, turut menekankan pentingnya peningkatan kompetensi personel fire and rescue yang menjadi garda terdepan dalam menghadapi keadaan darurat. Ia berharap IFRC dapat menjadi ruang belajar, bertukar pengetahuan, dan meningkatkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam operasional perusahaan. “Tidak ada piala atau gelar juara yang lebih berharga daripada keselamatan setiap personel,” ujar Tri Winarno.

IFRC diselenggarakan oleh Perhimpunan Tanggap Darurat Bidang Pertambangan dan Energi Indonesia (Pertapindo). Kegiatan yang berlangsung pada 24-31 Oktober 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, dan membangun budaya keselamatan serta kesiapsiagaan dalam menghadapi keadaan darurat.

Tinggalkan komentar