HNW Tegaskan Larangan Serangan Militer ke Mekkah dan Madinah

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid (HNW), secara tegas menolak segala bentuk tindakan yang menjadikan Mekkah dan Madinah sebagai sasaran militer. Penolakan ini disampaikan menyusul dua insiden terbaru yang dilaporkan otoritas Arab Saudi, yakni serangan drone yang mengarah ke Mekkah dan serangan terhadap gardu listrik di Madinah yang vital bagi Masjid Nabawi.

HNW menegaskan bahwa Mekkah dan Madinah adalah dua kota suci yang sangat dihormati oleh umat Islam di seluruh dunia. Oleh karena itu, kesucian kedua kota tersebut harus dijaga dan tidak boleh dijadikan bagian dari sasaran atau arena konflik bersenjata.

“Kami menolak seluruh serangan maupun upaya penyerangan militer terhadap objek-objek sipil, apalagi terhadap dua kota suci Mekkah dan Madinah, dan mendukung usaha maksimal Kerajaan Arab Saudi untuk melindungi kedua kota suci dari serangan militer pihak mana pun juga, termasuk melindungi fasilitas dan infrastruktur yang menopang keamanan serta pelayanan jamaah di kedua kota suci tersebut,” ujar HNW dalam keterangannya, Senin (5/10/2026).

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini mengingatkan bahwa perlindungan terhadap tempat ibadah memiliki dasar kuat dalam hukum humaniter internasional. Hal ini diperkuat oleh Rome Statute Pasal 8(2)(b)(ix) dan 8(2)(e)(iv) yang mengkategorikan serangan yang sengaja diarahkan terhadap bangunan keagamaan sebagai kejahatan perang. Selain itu, Pasal 53 Additional Protocol I dan Pasal 16 Additional Protocol II terhadap Konvensi Jenewa 1949 secara tegas melarang tindakan permusuhan terhadap tempat ibadah sakral, baik dalam konflik bersenjata internasional maupun non-internasional.

Lebih lanjut, Hukum Humaniter Internasional Adat (Customary International Humanitarian Law) Rule 38 juga mewajibkan pihak yang berkonflik untuk memberikan perhatian khusus guna menghindari kerusakan terhadap bangunan keagamaan dan peribadatan.

“Oleh karenanya jelas bahwa tempat ibadah, apalagi sekelas Masjid Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah, bukanlah objek yang boleh dijadikan sasaran serangan sama sekali. Perlindungan itu semakin penting ketika yang dijaga adalah tempat yang memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi bagi umat Islam seluruh dunia yang jumlahnya diperkirakan mencapai 2 miliar jiwa itu,” tegas HNW yang terpilih dari Dapil DKI Jakarta II.

HNW mengapresiasi tindakan Arab Saudi dalam melakukan pencegahan terhadap ancaman di sekitar Mekkah serta komitmennya untuk melindungi Dua Masjid Suci dan para jamaah. Ia berharap upaya tersebut terus dilakukan secara maksimal dengan tetap mengedepankan keselamatan jamaah serta kesucian kawasan Haram.

“Jangan sampai konflik bersenjata berkembang hingga mengganggu keamanan Dua Masjid Suci yang berada di Mekah dan di Madinah. Kita berharap kesucian kedua masjid di kedua kota tersebut tetap terjaga, agar Umat Islam sedunia tetap dapat beribadah dengan khusyu’ di Masjidil Haram baik di Mekah maupun Madinah, tanpa terganggu oleh kekhawatiran adanya serangan militer dari mana pun dengan cara apa pun. Dan agar dengan menghormati Masjidil Haram, mudah-mudahan berkahnya malah menghadirkan kesepakatan untuk segera mengakhiri konflik atau serangan militer,” pungkas HNW.

Tinggalkan komentar