Gus Ipul Serahkan Bantuan Rp 328 Juta untuk Korban Banjir Bandang Solok

JAKARTA – Aktivitas penanganan bencana banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terus berjalan di posko yang berlokasi di Kantor Bupati Solok, Arosuka. Dapur umum yang dikelola Taruna Siaga Bencana (Tagana) telah beroperasi selama 17 hari, menyiapkan sekitar 1.500 porsi makanan setiap hari untuk kebutuhan makan pagi, siang, dan malam. Pelayanan dapur umum ini akan terus berlangsung hingga akhir masa tanggap darurat pada 12 Oktober mendatang.

Di tengah kesibukan posko, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, mengunjungi warga terdampak dan menyerahkan bantuan penanganan bencana senilai Rp 328.762.860. Kedatangan Mensos disambut meriah oleh para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kabupaten Solok serta siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 5 Solok dengan yel-yel dan nyanyian selamat datang.

Banjir bandang atau galodo melanda Kabupaten Solok pada 21 September 2026 setelah hujan ekstrem mengguyur lereng Gunung Talang. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu menyebabkan material lumpur, batu besar, dan kayu menerjang permukiman warga hingga kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok. Masa tanggap darurat yang semula ditetapkan selama 14 hari kemudian diperpanjang tujuh hari hingga 12 Oktober 2026.

Gus Ipul menekankan bahwa penanggulangan bencana memiliki tahapan yang jelas. “Yang utama adalah menyelamatkan manusianya. Menyelamatkan orang, menyelamatkan keluarga-keluarga terdampak,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulisnya, Rabu (7/10/2026). Ia menambahkan, setelah fase kedaruratan terlewati, penanganan berlanjut pada tahap pemulihan yang memerlukan pendataan akurat untuk memastikan bantuan pemerintah diterima oleh keluarga yang berhak.

Pada kunjungan tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan santunan ahli waris bagi dua korban meninggal dunia senilai Rp 30 juta, santunan bagi dua korban luka berat Rp 10 juta, dan santunan bagi 14 korban luka ringan Rp 35 juta. Selain itu, disalurkan pula bantuan logistik penanganan bencana senilai Rp 203.862.860 dan 200 paket sembako senilai Rp 49,9 juta. Total bantuan yang diserahkan mencapai Rp 328.762.860.

Bantuan diserahkan secara simbolis kepada Bupati Solok Jon Firman Pandu dan Wakil Bupati Solok Candra, sebelum Gus Ipul memberikan santunan langsung kepada ahli waris korban meninggal dunia serta perwakilan korban luka. Gus Ipul juga menyempatkan diri berbincang dengan para korban, menanyakan kondisi mereka dan menyampaikan bahwa penanganan akan terus dilanjutkan bersama pemerintah daerah.

“Kepada yang berduka, kami juga sama menyampaikan bela sungkawa. Dengan harapan mudah-mudahan kuat, sabar, yang wafat segala amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT,” ucap Gus Ipul. Ia juga mendoakan kesembuhan bagi para korban luka.

Dukungan bagi keluarga terdampak akan terus berlanjut pasca masa tanggap darurat, meliputi jaminan hidup selama tiga bulan, bantuan isi rumah bagi keluarga dengan kerusakan berat, serta bantuan pemberdayaan ekonomi. Gus Ipul menegaskan bahwa penanganan pascabencana dilakukan bersama antara pemerintah pusat dan daerah, dengan proses verifikasi yang ketat untuk memastikan setiap bantuan menggunakan anggaran negara dapat dipertanggungjawabkan.

Suasana kunjungan mencair ketika Gus Ipul memanggil Ilham, seorang siswa SRMP 5 Solok, untuk bercerita. Ilham mengaku sempat putus sekolah karena keterbatasan biaya, namun kini merasa aman dan nyaman di sekolah berasrama tersebut. Ia bercita-cita menjadi anggota TNI Angkatan Laut.

Gus Ipul menjelaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat berasal dari keluarga kurang mampu, termasuk anak-anak yang sebelumnya tidak bersekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah. Ia menambahkan bahwa sekolah rintisan ini akan dibangun gedung permanen dengan kapasitas lebih besar.

Saat meninjau dapur umum, Gus Ipul menyatakan kepercayaannya kepada para Tagana yang telah bekerja lebih dari dua pekan. “Pokoknya saya percaya sama Tagana,” katanya, seraya menjelaskan peran mereka dalam membantu operasional dapur umum, dukungan logistik, dan kebutuhan lainnya saat bencana.

Bupati Solok Jon Firman Pandu melaporkan bahwa bencana tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, dua luka berat, dan 14 luka ringan. Sebanyak 570 warga sempat mengungsi namun seluruhnya telah kembali. Pihaknya juga telah menyiapkan lahan seluas 7,2 hektare untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen berkapasitas 2.500 siswa.

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Solok Candra, Ketua DPRD Kabupaten Solok Ivoni Munir, Kapolres Solok AKBP Rini Anggraini, unsur Forkopimda Kabupaten Solok, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Syaifullah, jajaran BNPB dan BPBD, BPS, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Kemensos Masryani Mansyur, serta jajaran Staf Khusus Menteri dan Tenaga Ahli Menteri Sosial.

Tinggalkan komentar