Gus Ipul Beri Tiga Instruksi Penting untuk Jajaran Kemensos Akhir Tahun

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, telah memberikan tiga instruksi penting kepada seluruh jajaran Kementerian Sosial (Kemensos) menjelang akhir tahun 2026. Arahan ini menekankan pentingnya penguatan koordinasi dan integrasi dalam menjalankan setiap program kerja.

Dalam sebuah rapat pimpinan yang diadakan secara daring melalui Zoom, Gus Ipul menyampaikan bahwa pada tanggal 20 Oktober, seluruh unit kerja diharapkan dapat hadir di ruang publik dengan menunjukkan capaian yang nyata. Hal ini sejalan dengan perayaan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Ia juga menyoroti kesiapan peresmian gedung permanen Sekolah Rakyat dan pentingnya menuntaskan target akhir tahun melalui proses pengadaan yang transparan dan tepat waktu.

Untuk mendukung publikasi capaian kinerja, setiap unit diminta menyerahkan rekapitulasi yang kemudian akan dikemas dalam bentuk rilis teks dan video. Narasi yang digunakan harus sederhana, faktual, dan relevan dengan kehidupan masyarakat.

Arahan kedua berfokus pada persiapan peresmian gedung permanen Sekolah Rakyat. Gus Ipul menyebut agenda ini sebagai etalase kerja Kemensos yang membutuhkan persiapan matang. “Ini adalah etalase kerja Kemensos, dan PR-nya masih banyak, tetapi kepercayaan ini harus dipelihara, dijaga, dan ditingkatkan,” ujarnya.

Instruksi ketiga adalah agar jajaran Kemensos memanfaatkan sisa tahun anggaran untuk mencapai target kinerja 2026 serta mempersiapkan pelaksanaan program 2027. Percepatan penyerapan anggaran menjadi kunci, yang perlu dikonsolidasikan dan dipantau secara berkala. “Akhir tahun, target tercapai, anggaran terserap,” tegasnya.

Gus Ipul menekankan pentingnya kerja sama antar unit kerja dan penghilangan ego sektoral untuk mencapai ketiga arahan tersebut. Ia juga meminta seluruh jajaran untuk bekerja proaktif dalam menyelesaikan target yang telah ditetapkan.

Dalam konteks penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Gus Ipul meminta kerja sama lintas unit karena program ini mencakup pendidikan, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan keluarga. Keterlibatan dalam pendataan, penjangkauan, hingga pendampingan siswa dan orang tua sangat diperlukan. “Karena di dalam Sekolah Rakyat itu ada tiga fungsi, yaitu fungsi edukasi, fungsi rehabilitasi, dan fungsi pemberdayaan,” jelasnya.

Ia juga menginstruksikan kepala sekolah untuk segera melaporkan kondisi siswa yang membutuhkan penanganan khusus, serta meminta sentra-sentra Kemensos untuk membantu menindaklanjuti persoalan siswa melalui pendampingan dan layanan yang sesuai. “Jangan sampai kita terlambat mengetahui keadaan siswa di sana. Lebih-lebih kalau kita dengarnya malah dari medsos,” ucapnya.

Gus Ipul mengingatkan para kepala sekolah untuk tidak ragu melaporkan perilaku tenaga pendidik atau kependidikan yang berpotensi membahayakan siswa. Pelaporan cepat sangat penting untuk mitigasi dan pencegahan kekerasan terhadap siswa.

Selain perbaikan layanan, Gus Ipul kembali menekankan pentingnya menuntaskan target kinerja akhir tahun dengan tetap mematuhi ketentuan yang berlaku. Percepatan pekerjaan dan pengadaan harus mengikuti prosedur yang ada. “Menteri itu tidak perlu disenang-senangkan. Yang perlu itu adalah prestasi,” pungkasnya.

Tinggalkan komentar