Gunung Ile Lewotolok Meletus 90 Kali, Guguran Lava Terpantau

JAKARTA – Gunung Ile Lewotolok yang berlokasi di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), dilaporkan mengalami 90 kali letusan dalam periode pengamatan pada Senin, 5 Oktober 2026. Selain letusan, gunung api ini juga terpantau mengeluarkan guguran dan aliran lava.

Menurut Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Amirudin Jaafar, letusan tersebut terjadi dalam kondisi cuaca cerah hingga mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara, timur laut, selatan, dan barat.

“Teramati 90 kali letusan dengan tinggi 100-200 meter dan warna asap putih dan kelabu. Teramati guguran dengan jarak 400-500 meter mengarah ke tenggara. Dan juga gemuruh lemah dan aliran lava mengalir ke sektor tenggara 500 meter dari bibir kawah aktif,” ujar Amirudin.

Selain 90 letusan, aktivitas kegempaan lainnya yang tercatat meliputi 14 kali guguran dan 122 kali embusan. Terdapat pula dua kali tremor nonharmonik serta gempa tektonik lokal dan tektonik jauh.

Saat erupsi berlangsung, puncak Gunung Ile Lewotolok diselimuti kabut. Asap kawah terlihat bertekanan lemah hingga sedang dengan intensitas tipis, mencapai ketinggian 100 hingga 200 meter di atas puncak kawah.

Amirudin mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok, serta para pendaki dan wisatawan, untuk tidak memasuki dan beraktivitas dalam radius 2 kilometer dan 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara dari pusat aktivitas gunung. Ia juga mengingatkan kewaspadaan terhadap potensi bahaya guguran atau longsoran lava dan awan panas pada sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut Gunung Ile Lewotolok.

Tinggalkan komentar