JAKARTA – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Prancis, Catherine Pégard, di Paris. Kedua negara sepakat untuk memperkuat kemitraan strategis kebudayaan melalui serangkaian agenda konkret yang mencakup peningkatan visibilitas budaya Indonesia di Prancis, pelindungan situs warisan budaya, hingga kolaborasi di sektor perfilman.
Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon menekankan pentingnya kemitraan yang resiprokal dan memberi ruang lebih luas bagi masyarakat kedua negara untuk mengenal kekayaan budaya masing-masing. Ia menjelaskan bahwa kerja sama yang telah terjalin melalui Deklarasi Borobudur 2025 terus berkembang di berbagai bidang.
Indonesia berencana untuk menggelar berbagai program budaya di Prancis, termasuk konser musik, pameran mode tekstil, dan pameran seni rupa. “Indonesia adalah negara dengan keragaman budaya yang sangat besar. Kami ingin semakin banyak karya, seniman, musisi, desainer, dan ekspresi budaya Indonesia hadir dan dikenal oleh masyarakat Prancis,” ujar Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/10/2026).
Menteri Pégard menyambut baik rencana tersebut dan menyampaikan komitmen serupa untuk memperkuat hubungan diplomasi kedua negara. Ia menyatakan bahwa institusi kebudayaan Prancis siap mendukung berbagai inisiatif bersama, baik dalam memperkuat kehadiran budaya Indonesia di Prancis maupun dalam pelindungan warisan budaya.
Salah satu fokus utama pertemuan adalah pelindungan warisan budaya bersama ALIPH Foundation. Kementerian Kebudayaan Indonesia akan bekerja sama dalam merevitalisasi 10 proyek prioritas yang tersebar di delapan provinsi. Proyek-proyek ini mencakup Tjong A Fie House di Medan, Kota Tua Jakarta, Candi Borobudur, Gua Leang Karampuang di Sulawesi Selatan, dan Museum Rumphius di Maluku Tengah. Konservasi ini bertujuan untuk melindungi warisan budaya yang terdampak konflik, krisis, dan bencana alam.
Di sektor perfilman, pemerintah Indonesia mendorong pembentukan Indonesia International Film Co-production Fund yang ditargetkan berjalan pada 2027. Program ini akan mendapat dukungan teknis dari Centre National du Cinéma et de l’Image Animée (CNC) Prancis. Menteri Pégard memuji hubungan dan jejaring yang telah dibangun dengan CNC sebagai sesuatu yang sangat kuat dan baik.
Kerja sama ekosistem sastra juga akan diperkuat melalui program penerjemahan, penerbitan, dan residensi penulis. Fadli Zon menambahkan bahwa tahun 2026 menandai 150 tahun perjalanan Arthur Rimbaud ke Jawa, khususnya Semarang dan Salatiga pada 1876. Rimbaud dikenal sebagai penyair besar Prancis pelopor surealisme dan simbolisme abad ke-19.
Fadli Zon menegaskan bahwa penguatan di berbagai sektor ini menempatkan kebudayaan sebagai pilar utama hubungan diplomasi RI-Prancis. Ia berharap momentum positif ini dapat diterjemahkan menjadi tindak lanjut yang nyata, resiprositas, pertukaran keahlian, serta pertumbuhan ekosistem budaya yang berkelanjutan sebagai fondasi penting bagi hubungan kedua negara.