Jakarta – Guna menumbuhkan kesadaran maritim sejak usia dini, Pertamina International Shipping (PIS) berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menggelar kegiatan edukasi dan literasi maritim bertajuk ‘Bahtera LiteraSEA’. Acara yang berlangsung di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Rabu (7/10), ini dirancang untuk memperkenalkan dunia kelautan kepada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melalui sesi talkshow interaktif dan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi pentingnya literasi maritim serta kesadaran akan potensi kelautan Indonesia kepada para siswa. Materi yang disajikan dikemas agar dekat dengan kehidupan sehari-hari, salah satunya melalui sesi dongeng ‘Dunia Bawah Laut’ yang disampaikan dengan gaya cerita agar lebih mudah diterima oleh siswa.
Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar, menekankan bahwa penguatan budaya baca dan literasi menjadi dasar kolaborasi dalam kegiatan edukasi maritim ini. Ia meyakini pengenalan potensi kelautan sejak dini dapat membangun kesadaran generasi muda untuk memahami dan menjaga laut Indonesia. “Dan menurut saya, ini sangat strategis sekali, terkhusus pada fokus pada anak-anak didik kita, sehingga mereka punya kesadaran betul bahwa potensi kelautan, bagaimana menjaga laut. Karena kita tahu bahwa potensi kelautan itu kan sangat luar biasa,” ujar Adin dalam acara Bahtera LiteraSEA, Rabu (7/10/2026).
Materi mengenai laut tidak hanya disampaikan secara teoritis, tetapi juga melalui kegiatan membaca, video, cerita, hingga praktik sederhana yang disesuaikan dengan usia siswa. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu siswa memahami pentingnya menjaga lingkungan laut.
Salah seorang guru Sekolah Dasar Swasta Mutiara 2, Tumi, menjelaskan bahwa pengenalan dunia kelautan kepada siswanya dilakukan dengan memanfaatkan berbagai media pembelajaran, termasuk video. Materi tersebut juga dikaitkan dengan aktivitas sehari-hari untuk menekankan manfaat laut serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. “Saya menggunakan beberapa macam video. Kemudian dari video itu juga kita bisa memberikan gambaran-gambaran tentang mengenai kelautan Indonesia,” ucap Tumi.
Pembelajaran mengenai kelautan selanjutnya diarahkan pada tindakan sederhana yang dapat dilakukan siswa di lingkungan sekolah. Edukasi ini mencakup kebiasaan tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membawa botol minum pribadi untuk mengurangi timbulan sampah. Diharapkan, kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk mendekatkan pengetahuan tentang laut kepada generasi muda melalui pengalaman belajar yang interaktif.
Kegiatan edukasi maritim dan literasi ini melibatkan beberapa sekolah, di antaranya Sekolah Dasar Swasta Mutiara 2, Sekolah Dasar Negeri 01 Kalibaru, Sekolah Dasar Negeri Kamal Muara 1, dan Sekolah Menengah Kejuruan Pelayaran Malahayati. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan terkait, seperti Pengelola Ekosistem Laut dan Pesisir Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Vina Ardarini, perwakilan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan Kemenhub Ihsan Abdurrahman, serta Chairwoman Inovasi Muda Restu Andini.