Dugaan Kekerasan Mantan Kepsek SMPN Malang Terhadap 20 Siswa

MALANG – Seorang mantan Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN di Kota Malang berinisial MAH dilaporkan atas dugaan melakukan kekerasan terhadap siswa. Laporan ini menyebutkan sebanyak 20 siswa mengaku pernah menjadi korban pemukulan dan penamparan oleh pelaku.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos P3APAgKB) Kota Malang, Sailendra, mengonfirmasi jumlah korban. “Total korban SMP 18 Malang berdasarkan dampingan pada Senin 28 September 2026, ada 20 orang,” ujarnya pada Sabtu (3/10/2026).

Data tersebut dikumpulkan Dinsos P3APAgKB Kota Malang melalui proses asesmen yang melibatkan siswa, orang tua, dan pihak sekolah. Dari 20 siswa yang terdata, 19 di antaranya adalah laki-laki dan satu siswi perempuan. Seluruh korban melaporkan mengalami kekerasan fisik.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Dinsos P3APAgKB Kota Malang, Fulan Diana Kusumawati, menjelaskan bahwa asesmen dilakukan dengan meminta keterangan siswa dan orang tua secara bergantian. Bentuk kekerasan yang dilaporkan korban meliputi tamparan dan pukulan. “Yang kami terima itu ditampar sama pemukulan. Semuanya kekerasan fisik,” ungkap Fulan.

Peristiwa dugaan kekerasan ini diduga terjadi pada Kamis (24/9) pagi. Kejadian bermula saat sekolah mengadakan kegiatan salam sapa sebelum siswa memasuki kelas, di mana para guru berbaris menyambut siswa sekaligus memeriksa kelengkapan atribut sekolah.

Menurut keterangan yang dihimpun UPT PPA, dugaan kekerasan timbul ketika kepala sekolah menemukan siswa yang tidak mengenakan pakaian lurik sesuai aturan.

Tinggalkan komentar