Polisi mengidentifikasi dua anak yang merupakan kakak kelas sebagai pelaku dalam kasus kekerasan yang berujung pada meninggalnya seorang siswa kelas 2 Sekolah Dasar di Pemalang, Jawa Tengah. Insiden memilukan ini terjadi saat jam istirahat sekolah.
Menurut Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Wildan Umar, hasil pemeriksaan saksi-saksi mengarahkan pada keterlibatan dua anak dari kelas 5. “Berdasarkan keterangan saksi, sebelum meninggal dunia anak korban sempat ditunjukkan foto semua anak di kelas 5 dan 6. Korban saat itu menunjuk dua kakak kelasnya tadi,” ujar Wildan dalam rilis pers di Mapolres Pemalang, Senin (5/10/2026) malam.
Kedua anak yang ditunjuk oleh korban sebelum meninggal dunia tersebut berasal dari kelas 5. Sementara itu, satu anak kelas 6 yang awalnya sempat diduga terlibat, menurut keterangan saksi-saksi dan korban sebelum meninggal, tidak terlibat dalam aksi tersebut.
Wildan memastikan bahwa kedua anak kelas 5 yang diduga terlibat tidak memiliki orang tua yang berprofesi sebagai anggota Polri. Klarifikasi ini penting mengingat adanya isu yang beredar di media sosial. “Kami cek ke saksi dan diperkuat dengan data kartu keluarga, yang kami terima dari pihak sekolah, pekerjaan orang tua atau bapak dari ketiga anak tersebut adalah tenaga medis dan wiraswasta, bukan polisi yang selama ini dikabarkan di sosial media,” tegas Wildan.
Peristiwa ini terjadi pada hari Sabtu, sekitar pukul 09.00 WIB, di area depan kamar kecil sekolah. Kondisi lokasi yang sepi saat jam istirahat menjadi faktor yang memungkinkan terjadinya insiden tersebut, mengingat sebagian besar siswa lain sedang bermain di halaman.