Dua Bocah di Kalideres Diduga Diculik Saat Hendak Pergi Les, Kalung Dirampas

JAKARTA – Dua orang anak perempuan yang masih bersaudara di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, diduga menjadi korban penculikan. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (29/9) sore, ketika kedua bocah berinisial ZI (10) dan CI (8) tersebut hendak berangkat mengikuti kegiatan belajar mengajar (les).

Namun, dalam perjalanan, keduanya diduga dibawa oleh orang tak dikenal di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Setelah dibawa, kedua korban kemudian diturunkan di dua lokasi yang berbeda. Tragisnya, sebelum diturunkan, kalung yang mereka kenakan ikut dirampas.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Menanggapi dugaan penculikan ini, Polsek Kalideres segera bergerak melakukan penyelidikan. Tim kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk mengumpulkan berbagai informasi terkait peristiwa tersebut.

Kapolsek Kalideres Kompol Rihold Sihotang, seperti dilansir Antara pada Kamis (1/10), menyatakan bahwa anggotanya sudah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Meskipun pihak keluarga korban belum secara resmi membuat laporan polisi, kepolisian tetap melanjutkan penyelidikan mendalam.

“Masih belum ada laporan. Ini anggota baru ke TKP untuk kumpul bahan keterangan dulu,” ujar Rihold. Pihak kepolisian masih berupaya mencari petunjuk-petunjuk lain untuk mengidentifikasi asal pelaku dan bagaimana mereka beraksi.

“Sambil cari dari mana naik dan ada atau tidak petunjuk lain. Mudah-mudahan ada petunjuk,” tambah Rihold, menunjukkan komitmen polisi dalam mengungkap kasus ini.

Kronologi Kejadian

Menurut penuturan paman kedua korban, Melki, dugaan penculikan itu bermula ketika ZI (10) dan CI (8) bersiap berangkat les sekitar pukul 15.30 WIB. Jarak dari rumah mereka ke lokasi les diperkirakan sekitar 100 hingga 200 meter.

Kejadian ini baru disadari orang tua ketika kedua sepeda yang biasa digunakan anak-anak mereka ditemukan terparkir di depan rumah, namun para bocah tak kunjung pulang. Paman korban menduga kedua anak tersebut diambil oleh pelaku tepat di depan rumah mereka.

“Biasanya kan naik sepeda berdua. Enggak tahunya, sepedanya itu ditaruh di depan rumah. Anaknya sudah enggak ada saat dicek. Sepertinya diambil sama orang itu (pelaku) di depan rumah,” jelas Melki.

Keluarga sempat panik dan melakukan pencarian ke berbagai tempat, termasuk ke lokasi les dan rumah kerabat yang biasa menjadi tempat belajar anak-anak mereka. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Korban Ditemukan di Lokasi Berbeda dengan Perhiasan Hilang

Pencarian yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 17.00 hingga 17.30 WIB, warga mendapatkan informasi bahwa kedua bocah tersebut ditemukan di kawasan Jalan Gombol Paya, yang mengarah ke Bandara Soekarno-Hatta.

Melki menjelaskan bahwa kedua korban ditemukan di lokasi yang terpisah. Diduga, pelaku penculikan sengaja menurunkan kakak di satu titik dan adiknya di lokasi lain yang masih berada di area yang sama.

Setelah korban kembali ke pelukan keluarga, barulah disadari bahwa perhiasan yang dikenakan oleh kedua bocah tersebut telah hilang. Diduga kuat, pelaku merampas kalung korban sebelum akhirnya meninggalkannya di jalan.

“Kalungnya itu dijambret dulu, dilepas dulu sama ibu-ibu itu. Beratnya sekitar lima gram,” ungkap Melki. Ia juga menegaskan bahwa perempuan yang diduga melakukan penculikan tersebut bukanlah orang yang dikenal oleh keluarga. Meskipun sudah kembali, kedua korban dilaporkan masih mengalami trauma akibat peristiwa mengerikan tersebut.

Tinggalkan komentar