JAKARTA – Pemprov DKI Jakarta sedang mengkaji rencana pengembangan layanan Transjakarta Laut yang akan menjangkau Kepulauan Seribu. Layanan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga sekaligus mendorong perekonomian masyarakat setempat.
Menanggapi rencana tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Golkar, Ramly H.I. Muhamad, mengingatkan agar pengembangan layanan Transjakarta Laut ke Kepulauan Seribu tidak hanya menjadi sebuah etalase. “Kami apresiasi Gubernur untuk membuktikan seluruh kemampuan buat Kepulauan Seribu, namun bukan berarti Kepulauan Seribu ini menjadi salah satu etalase,” kata Ramly dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).
Menurut Ramly, masyarakat Kepulauan Seribu lebih membutuhkan layanan transportasi yang memiliki jadwal keberangkatan rutin. Ia memberikan contoh transportasi laut yang idealnya beroperasi setiap 15 menit sekali untuk mempermudah mobilitas warga.
Ramly juga menekankan agar Pemprov DKI tidak hanya fokus pada pengembangan transportasi ke Kepulauan Seribu. Ia mengimbau agar kebutuhan transportasi warga Jakarta secara keseluruhan, termasuk layanan gratis seperti JakLingko, juga menjadi prioritas. “Mohon apa yang disampaikan tadi, diserahkan kepada Transjakarta, itu profesional,” jelas dia.
Sementara itu, kajian Transjakarta Laut masih terus berlanjut. Beberapa aspek yang sedang dimatangkan meliputi skema operasional, standar keselamatan pelayaran, kelayakan dermaga, hingga penyesuaian tarif agar tetap terjangkau oleh masyarakat.
Pengembangan transportasi laut yang terintegrasi ini dibahas dalam Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta pada 7 Oktober 2026. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa rencana tersebut telah mendapat dukungan dari tujuh fraksi di DPRD DKI.
Saat ini, Pemprov DKI bersama Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta dan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) tengah mengkaji berbagai alternatif pengelolaan. Kajian tersebut mencakup landasan regulasi dan model bisnis yang efisien serta berorientasi pada kebutuhan pelanggan.
Meski demikian, pengembangan layanan Transjakarta Laut dipastikan tidak akan mengganggu operasional Transjakarta di darat. Layanan bus koridor, nonkoridor, dan armada pendukung lainnya diharapkan tetap berjalan secara optimal.