Dosen di Sukabumi Ditemukan Meninggal dalam Kondisi Membusuk, ART dan Barang Berharga Hilang

Sukabumi – Sesosok jenazah pria lanjut usia ditemukan dalam kondisi membusuk di sebuah rumah di Kampung Bakti, Desa Cimahi, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Korban diketahui bernama Petrus Pallangan (74), seorang dosen purnabakti asal Cimahi. Selain korban, asisten rumah tangga (ART) berinisial A serta sejumlah barang berharga di dalam rumah juga dilaporkan menghilang.

Peristiwa ini terungkap setelah anak korban, Devi Aprilianti, merasa khawatir karena sang ayah tidak dapat dihubungi sejak Selasa (15/9/2026). Upaya Devi untuk menghubungi ART korban juga menemui kegagalan karena nomor teleponnya sudah tidak aktif.

Kecurigaan semakin besar saat Devi mendatangi rumah ayahnya pada Jumat (25/9/2026). Ia mendapati rumah dalam kondisi gelap gulita, tertutup rapat, dan tercium bau menyengat yang telah berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Devi kemudian melaporkan hal ini kepada Ketua RT setempat, Abdul Salam, sebelum akhirnya bersama-sama mendatangi lokasi.

Abdul Salam menuturkan bahwa warga sekitar sebenarnya sempat mencium bau tidak sedap tersebut. Namun, mereka mengira bau itu berasal dari bangkai hewan. “Kalau yang sering mencium bau mah tukang ojek yang di sini. Merasakan bau itu ada. Naruh motor lewat sini, ‘Kayak bau bangkai burung, kayak bangkai kucing,’ gitu,” ungkap Abdul.

Karena pintu rumah dalam keadaan terkunci rapat, keluarga korban bersama Ketua RT memutuskan untuk memanggil jasa tukang kunci. Proses pembukaan pintu memakan waktu yang cukup lama. Setelah pintu berhasil dibuka, Devi masuk ke dalam rumah dan mendapati ayahnya dalam kondisi yang mengenaskan.

Aroma busuk yang sangat menyengat langsung menyeruak begitu pintu terbuka. Korban ditemukan terbaring kaku di atas kasur di ruang tengah. Jenazah ditemukan dalam posisi terlentang dengan selimut menutupi hingga bagian dada. Kondisi jenazah sudah dalam keadaan membusuk.

Personel dari Polres Sukabumi segera bergerak cepat untuk melakukan penyelidikan mendalam di lokasi kejadian. Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Dudi Suharyana membenarkan bahwa almarhum Petrus Pallangan memang berprofesi sebagai seorang dosen. “Ya betul, informasi yang saya dapat demikian, almarhum seorang dosen,” ujar Dudi.

Lebih lanjut, Dudi menegaskan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) awal mengindikasikan adanya unsur pidana di balik kematian sang dosen. Hal ini diperkuat dengan temuan sejumlah kejanggalan serta hilangnya barang-barang berharga di dalam rumah korban.

Tinggalkan komentar