JAKARTA – Massa dari elemen buruh dilaporkan telah memadati kawasan Gedung DPR/MPR RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/10/2026) siang. Unjuk rasa tersebut menyebabkan penutupan dan pengalihan arus lalu lintas di beberapa titik.
Menurut informasi dari laman Facebook Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, massa aksi sudah terlihat memenuhi area DPR sekitar pukul 11.30 WIB. Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk menghindari area tersebut guna mengantisipasi kemacetan.
“Diinformasikan dan diimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk sementara menghindari kawasan sekitar Gedung MPR / DPR RI dikarenakan adanya kegiatan aksi penyampaian pendapat oleh elemen masyarakat agar terhidar dari kemacetan,” tulis TMC Polda Metro Jaya.
Untuk mengurai kepadatan, petugas kepolisian menerapkan pengalihan arus. Kendaraan yang datang dari arah Semanggi menuju Slipi dialihkan untuk berbelok ke kiri menuju Jalan Gerbang Pemuda Senayan.
“Arus kendaraan dari Semanggi yang akan menuju Slipi, sementara dialihkan melalui Jl Gerbang Pemuda Senayan melewati Palmerah,” demikian keterangan TMC Polda Metro.
11 Ribu Personel Pengamanan Disiagakan
Dalam rangka mengamankan jalannya unjuk rasa, sebanyak 11.261 personel gabungan telah ditempatkan di sekitar kawasan DPR/MPR RI. Selain itu, disiagakan pula 2.055 personel yang bertugas khusus untuk pengaturan lalu lintas di area kegiatan dan sekitarnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, menyatakan bahwa kepolisian berkomitmen untuk memberikan pelayanan dan pengamanan yang humanis. Pendekatan yang dikedepankan adalah dialogis dan terukur, dengan memprioritaskan keselamatan seluruh pihak yang terlibat.
“Polri hadir untuk menjaga ruang demokrasi agar masyarakat dapat menyampaikan pendapat dengan aman dan tertib. Pada saat yang sama, hak masyarakat lainnya untuk beraktivitas juga harus tetap terjaga. Mari bersama-sama menjaga ketertiban, saling menghormati, dan mengutamakan keselamatan,” ujar Budi Hermanto.