Polisi tengah memburu seorang wanita yang diduga melakukan penculikan dan perampasan kalung emas terhadap dua orang kakak-adik di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Upaya pencarian terus dilakukan dengan memanfaatkan alat bukti yang ada.
Kapolsek Kalideres, Kompol Rihold Sihotang, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) untuk melacak keberadaan pelaku. “Iya, sementara begitu (pelaku diduga seorang wanita dewasa). Itu dari CCTV. Kita sudah beberapa kali ikuti beberapa rekaman CCTV di lokasi,” kata Rihold dilansir Antara, Selasa (6/10/2026).
Berdasarkan pemantauan terakhir, pelaku terdeteksi bergerak ke arah Tangerang Kota, Banten. Selain rekaman CCTV, polisi juga telah mewawancarai sejumlah saksi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) terkait insiden ini. “Dari CCTV yang kita ikuti berapa kali ini, (pelaku) udah sampai ke arah ke daerah Tangerang Kota,” ujar Rihold.
Kakak Adik Diculik dan Dirampok
Peristiwa penculikan dan perampasan ini menimpa dua bocah perempuan berinisial KI (9) dan CI (8) di kawasan Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat. Kedua korban sempat diculik saat hendak berangkat les ke rumah tante mereka pada Rabu (30/9) sore.
Ibu korban, Juli (45), menceritakan bahwa kejadian berawal sekitar pukul 15.15 WIB. Kedua putrinya sedang dalam perjalanan menuju rumah sang tante untuk mengikuti kegiatan les dengan mengendarai sepeda masing-masing. Perjalanan yang biasanya hanya memakan waktu lima menit itu menjadi perhatian ketika setelah setengah jam ditunggu, kedua anak tersebut belum juga sampai.
Keluarga yang mulai merasa curiga segera melakukan pencarian di sepanjang rute yang biasa dilalui. Sepeda kedua anak itu kemudian ditemukan tergeletak di gang belakang rumah sang tante. Pihak keluarga bersama warga, RT, RW, hingga Lembaga Musyawarah Desa (LMD) setempat kemudian bahu-membahu menyisir keberadaan korban. “Pertama, keluarga dulu nyari. Udah satu jam nggak ketemu, akhirnya lapor RT, lapor RW, LMD semuanya dan mereka saling share, saling share kemana-mana, tapi belum lapor ke polisi,” ungkap Juli. “Saat itu, sudah tahu, nih, kayaknya hilang, karena sepedanya, posisi, terletak di belakang,” sambung dia.
2 Korban Ditemukan, Kalung Hilang
Sekitar pukul 17.50 WIB, anak pertama, KI, ditemukan warga di kawasan Pegadungan, Kalideres. Pelaku menurunkan KI di tepi jalan dan mengarahkannya masuk ke permukiman. Saat ditemukan, korban dalam keadaan syok, linglung, serta sempat menolak diberi minum oleh warga. “Pas ditanya warga, dia baru mau jawab. Katanya, adiknya dibawa ibu-ibu jahat. Dia mau ngejar, tapi tak terkejar,” tutur Juli.
KI, yang mengingat alamat rumahnya secara rinci, kemudian diantarkan oleh Ketua RT setempat kembali ke rumah. Sementara itu, sang adik, CI, baru ditemukan sehabis waktu Isya, sekitar pukul 19.00 WIB, di sebuah rumah kosong di daerah Gempol Payak, Kalideres, arah Bandara Soekarno-Hatta.
CI sempat menolak berbicara selama hampir satu jam dan hanya memberi isyarat tunjuk tangan sebelum akhirnya mau diajak berkomunikasi di Pos RW setempat. Berdasarkan pengakuan kedua korban, pelaku mengintimidasi dan mendoktrin mereka agar tidak berinteraksi dengan orang lain. “Kata ibu-ibu yang bawa aku, aku nggak boleh ngomong sama orang lain. Kalau diajak ngomong, katanya nggak boleh ngomong. Kalau dikasih minum, nggak boleh minum, nanti diracun,” ujar Juli meniru ucapan anak bungsunya saat ditanya warga.
Tak hanya menculik dan mengintimidasi, pelaku yang merupakan seorang wanita yang mengendarai sepeda motor tersebut juga mengambil barang berharga milik kedua korban. “Pas kakak diturunin, kalungnya dicopot sama pelaku. Kalau kalung adiknya, dicopot pas dibawa pergi lagi,” jelas Juli. “Kata anak saya, ibu-ibu yang membawanya bilang nggak boleh ngomong sama orang lain. Kalau dikasih minum, juga nggak boleh, nanti diracun. Dua-duanya diberitahu hal yang sama,” tambah dia.
Tindakan pelaku yang mengenakan jaket, helm, dan masker saat membonceng kedua korban itu sempat terekam kamera CCTV di jalur yang dilalui. Saat ini, kedua anak tersebut sudah berkumpul kembali bersama keluarganya. “Semalam sudah olah TKP, di lokasi, dan kami berharap agar pelaku segera ditangkap,” pungkas Juli.