Bobby Nasution Minta Aturan Khusus Pemberantasan Narkoba Bersama Kapolda Sumut Baru

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, mengajak Kepolisian Daerah (Polda) Sumut untuk memperkuat sinergi dalam upaya pemberantasan narkoba. Dalam pertemuan dengan Kapolda Sumut yang baru, Irjen Pol Sonny Irawan, Bobby mendorong perumusan regulasi khusus yang diharapkan dapat memperkuat payung hukum dalam penindakan terhadap peredaran narkotika.

Bobby menekankan pentingnya menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah pusat. Ia secara spesifik menyoroti pemberantasan narkoba yang masih menjadi persoalan serius di wilayah Sumatera Utara. “Mudah-mudahan program yang ada di Polda dapat dijalankan bersama dengan Pemprov Sumut. Diharapkan program pengentasan narkoba ini tidak hanya seremonial saja, namun dapat memberikan hasil nyata,” ujar Bobby dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (13/10/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, dan dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Sumut, Surya, serta Pj Sekdaprov Sumut, Timur Tumanggor. Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap jalur masuk narkoba, khususnya di kawasan yang memiliki aktivitas ekonomi tinggi. Untuk mendukung upaya ini, Gubernur mengajak Polda Sumut untuk menginisiasi usulan regulasi khusus yang nantinya akan dibahas bersama DPRD Sumut untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Di sisi lain, Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan mengapresiasi potensi besar wisata alam yang dimiliki Sumatera Utara, terutama di kawasan Berastagi dan Kabupaten Karo. Sonny berpendapat bahwa kemajuan sektor pariwisata sangat bergantung pada jaminan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan. “Kalau akses dan pelayanan keamanannya nyaman, pasti orang akan balik lagi ke sini. Kami siap men-support dan mengawal program Pak Gubernur dalam meningkatkan daya tarik pariwisata Sumatera Utara,” ungkap Sonny.

Lebih lanjut, Sonny memaparkan tiga program unggulan Polda Sumut yang siap dikolaborasikan dengan Pemerintah Provinsi. Program pertama adalah Gerakan Masyarakat (Germas) Tolak Narkoba, yang mencakup penanganan komprehensif dari hulu ke hilir dengan melibatkan elemen masyarakat hingga tingkat RT/RW. Program kedua adalah Kompak (Kolaborasi Pemberantasan Kejahatan Jalanan), yang berfokus pada penindakan tegas terhadap aksi kriminal seperti begal, tawuran, dan premanisme demi menciptakan lingkungan yang aman. Program ketiga adalah Sahata (Satu Hati Satu Kekuatan dalam Tertib Lalu Lintas), yang bertujuan membangun budaya berkendara yang tertib sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan bermotor.

Kolaborasi solid antara Pemerintah Provinsi dan Polda Sumut ini diharapkan tidak hanya mampu menekan angka kriminalitas, tetapi juga menciptakan iklim investasi dan pariwisata yang kondusif secara berkelanjutan.

Tinggalkan komentar