Jakarta – Regenerasi atlet bulu tangkis nasional dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren positif. Sejumlah pebulutangkis muda Indonesia kian sukses menembus persaingan elite dunia.
Keberhasilan regenerasi ini tercermin dari lonjakan prestasi para pemain muda. Di sektor tunggal putra, peringkat Alwi Farhan melesat tajam dari posisi 46 dunia pada Januari 2025 menjadi masuk ke dalam 10 besar dunia pada Oktober 2026. Pencapaian serupa juga diraih Moh. Zaki Ubaidillah (Ubed) yang naik dari urutan 158 menjadi 29 dunia. Sementara di sektor ganda putra, pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin sukses menembus peringkat 14 dunia, melompat jauh dari yang sebelumnya berada di kisaran posisi 500-an.
Lonjakan performa ini merupakan hasil dari program regenerasi yang terus diperkuat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Langkah ini memberi ruang bagi atlet untuk mengasah mental bertanding, membangun pengalaman, dan meningkatkan daya saing internasional.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menilai perkembangan pesat para atlet muda adalah indikator krusial dalam menjaga kesinambungan prestasi bulu tangkis Tanah Air. “Yang membuat kami optimistis bukan sekadar jumlah medali yang diraih, melainkan melihat langsung bagaimana atlet muda kita berkembang dan mulai bersaing di papan atas dunia. Bagi BNI, ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan dan regenerasi harus terus dijaga konsistensinya,” ujar Okki dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
Sebagai mitra strategis PBSI selama lebih dari lima tahun terakhir, BNI konsisten mendukung pengembangan bulu tangkis nasional. Dukungan ini mencakup pembinaan atlet muda, penyelenggaraan kompetisi, hingga penyediaan fasilitas bertanding di kancah nasional maupun internasional. Komitmen terhadap pencarian talenta daerah diwujudkan melalui ajang wonder by BNI Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI. Pada Kejurnas 2025, turnamen ini diikuti 775 atlet dari 34 provinsi sebagai wadah unjuk gigi menuju jenjang profesional.
Di tingkat global, BNI juga mendampingi para atlet sepanjang 2026 di berbagai turnamen bergengsi, mulai dari Indonesia Masters, Badminton Asia Championships, Indonesia Open, Thailand Open, hingga Badminton Asia Junior Championships.
Lebih lanjut, Okki menegaskan regenerasi mutlak diperlukan agar kejayaan bulu tangkis Indonesia tidak berhenti di satu generasi saja. “BNI meyakini bahwa mencetak juara bukan sebatas meraih kemenangan hari ini, tetapi juga memastikan lahirnya generasi penerus yang siap menyambung estafet prestasi Indonesia. Oleh karena itu, kami hadir dalam setiap prosesnya,” tegasnya.
Menurutnya, ekosistem pembinaan yang baik membutuhkan konsistensi program, jam terbang bertanding, tim pendukung yang mumpuni, serta kolaborasi berbagai pihak. “Enam medali Asian Games adalah pencapaian yang patut disyukuri. Namun bagi kami, yang jauh lebih berharga adalah bagaimana pencapaian tersebut dijadikan fondasi membangun generasi selanjutnya,” imbuh Okki.
Sebagai BUMN yang tergabung dalam ekosistem Danantara Indonesia, BNI berkomitmen mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang unggul. Sejalan dengan usia delapan dekade dan semangat Swadharma Bhakti Nagara, BNI terus memperkuat dukungannya terhadap regenerasi atlet sebagai bakti bagi olahraga nasional.