Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di Indonesia hingga awal November 2026 masih didominasi oleh cuaca kering. Meskipun demikian, kewaspadaan terhadap hujan lebat secara lokal di sejumlah wilayah tetap diimbau.
Dominasi cuaca kering ini ditandai dengan masih berlangsungnya hari tanpa hujan (HTH) dengan durasi panjang hingga ekstrem di berbagai daerah. BMKG mencatat sebanyak 1.869 titik masuk dalam kategori HTH ekstrem panjang. Kondisi ini juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dengan terpantau tingginya jumlah titik panas (hotspot) di beberapa wilayah. Tercatat 261 hotspot di Sumatera, 212 di Kalimantan, dan 229 di Papua serta Maluku.
Menurut BMKG, kondisi kering ini dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan uap air. Fenomena El Nino yang masih sangat kuat serta Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut berkontribusi dalam membatasi suplai uap air ke wilayah Indonesia. Pada dasarian I Oktober, sekitar 79,66 persen wilayah Indonesia diprakirakan mengalami curah hujan dalam kategori rendah.
Meskipun cuaca kering masih dominan, masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi hujan lebat lokal. Hujan dapat terjadi secara setempat, sehingga kondisi cuaca antar daerah maupun antar waktu bisa berbeda-beda.
Musim Hujan Diprediksi Mulai November
BMKG sebelumnya telah mengungkap prediksi musim hujan 2026/2027. Awal musim hujan di Indonesia diprediksi terjadi secara bertahap mulai November 2026. Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia, yaitu sebanyak 185 zona musim (24,66% luas daratan Indonesia), diprediksi memasuki musim hujan pada periode November 2026.
Selanjutnya, musim hujan akan berlanjut pada periode Desember, di mana sebanyak 266 zona musim atau 17,31% luas daratan Indonesia diperkirakan akan diguyur hujan. Faisal menambahkan bahwa awal musim hujan di sebagian wilayah Indonesia diprediksi datang lebih lambat atau mundur, mencakup 529 zona atau 61,08% luas daratan Indonesia.
BMKG Rilis Peta Awal Musim Hujan
Berdasarkan unggahan media sosial BMKG pada Jumat (2/10/2026), awal musim hujan diprediksi mulai terjadi pada bulan November dan Desember secara bertahap. Sebanyak 24,66% wilayah di Indonesia diprakirakan sudah memasuki awal musim hujan pada bulan November. Wilayah-wilayah tersebut meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali, NTB, sebagian kecil NTT, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, Papua Barat bagian utara, dan sebagian Papua Selatan.
Memasuki bulan Desember, sebanyak 17,31% wilayah Indonesia menyusul memasuki awal musim hujan. Area ini mencakup sebagian Lampung, sebagian besar Jawa, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian besar Bali, sebagian besar NTB, sebagian besar NTT, sebagian besar Sulawesi, sebagian Maluku Utara, sebagian Maluku, dan Papua Selatan bagian selatan.
Prakiraan Puncak Musim Hujan 2026/2027
BMKG juga memprediksi puncak musim hujan 2026/2027 akan terkonsentrasi pada tiga bulan utama: Desember 2026, Januari 2027, dan Februari 2027. Sebanyak 36,94% wilayah Indonesia diprediksi mengalami puncak musim hujan pada bulan Desember 2026, meliputi sebagian besar Sumatera, Kalimantan, Sulawesi Utara, pesisir selatan Gorontalo, sebagian kecil Sulawesi Tengah, sebagian besar Sulawesi Barat, sebagian kecil Maluku, Papua Barat Daya bagian barat, sebagian kecil Papua Barat, Papua bagian utara, Papua Tengah bagian timur, dan Papua Selatan bagian barat.
Puncak musim hujan meluas ke 25,68% wilayah Indonesia pada Januari 2027, mencakup Riau bagian selatan, Kep. Riau bagian tengah, sebagian kecil Jambi, Bengkulu bagian utara, Kep. Bangka Belitung, Sumatera Selatan bagian barat, Lampung bagian utara, sebagian Jawa, Bali bagian tengah, NTB bagian barat, sebagian NTT, sebagian Kalimantan Barat, sebagian besar Kalimantan Tengah, sebagian kecil Kalimantan Timur, sebagian Kalimantan Selatan, sebagian Sulawesi, sebagian kecil Maluku Utara, Maluku bagian barat, dan sebagian Pulau Papua.
Sebanyak 16,79% wilayah memasuki puncak musim hujan pada Februari 2027, meliputi Lampung bagian tengah, sebagian besar Jawa, sebagian besar Bali, sebagian NTB, sebagian besar NTT, Sulawesi Barat bagian selatan, sebagian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, sebagian Maluku, dan sebagian besar Pulau Papua.