Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara melakukan pertemuan dengan Wakil Wali Kota Chongqing, Jiang Guojie, di Wudu Hotel, Chongqing, China, pada Kamis (15/10/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk mengadopsi model keberhasilan Chongqing dalam mengelola kawasan transmigrasi menjadi pusat ekonomi yang vital di wilayah barat daya Tiongkok.
Chongqing, yang merupakan salah satu kota terbesar di Tiongkok, disebut sebagai contoh transmigrasi paling sukses. Menurut Menteri Iftitah, asal-usul keberhasilan ini berawal dari proyek pembangunan bendungan besar Gorges Dam pada awal 1990-an yang merelokasi sekitar 1,3 juta penduduk.
Meskipun relokasi awal diwarnai berbagai persoalan, pemerintah Chongqing tidak tinggal diam. Sekitar sepuluh tahun setelah relokasi, mereka melakukan intervensi ekonomi dengan fokus pada pemetaan potensi ekonomi dan riset. Langkah ini dilanjutkan dengan penciptaan lapangan kerja yang berorientasi pada produksi.
Salah satu strategi kunci yang diterapkan adalah hilirisasi produk. Menteri Iftitah mencontohkan pengolahan buah jeruk, di mana produk turunan seperti jus jeruk kemasan tanpa gula yang murni perasan menjadi salah satu hasil yang mengesankan. “Jadi betul-betul hanya perasan saja, lebih sehat, lebih baik begitu,” ujar Iftitah.
Fokus pada industrialisasi, investasi, dan hilirisasi ini sejalan dengan gagasan yang digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Menteri Iftitah berharap Kementerian Transmigrasi dapat mengimplementasikan apa yang telah dicapai Chongqing untuk kawasan transmigrasi di Indonesia, sehingga dapat menjadi kawasan ekonomi baru.
“Sekali lagi, sebetulnya apa-apa yang ada di dalam Undang-Undang tentang Ketransmigrasian dan apa-apa yang menjadi arahan penekanan dari Bapak Presiden, itu di Tiongkok ini sudah diwujudkan sekitar 10-20 tahun yang lalu. Nah ini kita ingin belajar implementasinya seperti apa,” pungkasnya, menekankan keinginan untuk mempelajari penerapan konsep-konsep tersebut di Indonesia.