Bamsoet: UMKM Fondasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional, Perlu Akses Pasar & Kemitraan

Ketua Dewan Pembina Perkumpulan Bumi Alumni Universitas Padjadjaran (PBA UNPAD), Bambang Soesatyo atau Bamsoet, mengapresiasi penyelenggaraan Golf Tournament & UMKM Exhibition 2026. Kegiatan yang mengusung tema ‘Swing to Grow 2026’ ini memadukan olahraga, perluasan jejaring bisnis, serta promosi dan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Bamsoet menyatakan apresiasinya atas konsistensi PBA UNPAD dalam menghadirkan kegiatan yang menggabungkan olahraga, kebersamaan, jejaring profesional, dan pemberdayaan UMKM. Pernyataan ini disampaikan Bamsoet saat menutup acara yang juga dihadiri Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono di Tangerang, Minggu (4/10/2026).

Menurut Bamsoet, format kegiatan tersebut sangat relevan dengan kebutuhan perekonomian saat ini. UMKM memerlukan akses pasar, jejaring distribusi, pembiayaan, teknologi, serta kemitraan yang dapat menghubungkan produk mereka dengan konsumen dan pelaku usaha yang lebih besar. Ia melihat kegiatan ini sebagai sarana produktif untuk mempertemukan pelaku usaha dengan calon pembeli, distributor, investor, lembaga keuangan, maupun mitra strategis lainnya.

“Semangatnya adalah tumbuh bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan perekonomian nasional,” kata Bamsoet. Ia menjelaskan bahwa penguatan UMKM semakin penting mengingat struktur ekonomi Indonesia yang masih sangat membutuhkan sektor usaha yang mampu menyerap tenaga kerja secara luas.

Data dari Kementerian UMKM mencatat bahwa jumlah UMKM mencapai lebih dari 66 juta unit usaha dan menyerap lebih dari 123 juta tenaga kerja, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 61 persen. Sementara itu, Badan Pusat Statistik melaporkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,29% secara tahunan pada triwulan II-2026 dan 5,45% sepanjang semester I-2026.

Bamsoet menekankan bahwa angka pertumbuhan ekonomi nasional harus diterjemahkan menjadi peluang ekonomi yang dirasakan lebih luas oleh masyarakat. UMKM memegang posisi strategis dalam hal ini. Ketika UMKM mendapatkan pasar, pesanan meningkat, produksi bertambah, tenaga kerja terserap, dan pendapatan masyarakat ikut bergerak. “Jadi, agenda memperkuat UMKM pada dasarnya adalah agenda memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional,” paparnya.

Ia menilai penyelenggaraan kegiatan menjelang Hari Sumpah Pemuda memberikan pesan pentingnya semangat persatuan dan gotong royong yang harus diterjemahkan sesuai kebutuhan zaman. Kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, lembaga keuangan, pelaku UMKM, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Sumpah Pemuda harus kita maknai sebagai energi untuk bekerja bersama. Kalau dahulu para pemuda bersatu untuk membangun identitas kebangsaan, sekarang semangat yang sama harus kita gunakan untuk membangun kekuatan ekonomi nasional. Dari lapangan golf, ruang pamer UMKM dan jejaring alumni, kita bisa membuka pasar, menciptakan kemitraan, memperluas kesempatan kerja dan mendorong UMKM Indonesia menjangkau pasar yang lebih luas,” pungkas Bamsoet.

Tinggalkan komentar