Balita Tewas dalam Kebakaran Rumah di Cakung, Diduga Korsleting Kulkas

Seorang balita berusia 4 tahun meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang melanda rumahnya di Cakung, Jakarta Timur, pada Sabtu (3/10/2026). Dugaan awal penyebab kebakaran ini berasal dari korsleting listrik pada stop kontak yang terhubung ke kulkas.

Menurut Ketua RT setempat, Marzuki, informasi mengenai dugaan awal penyebab kebakaran ini didapat dari kakak korban balita. Sang kakak, yang berada di dalam rumah saat kejadian, melihat api pertama kali muncul dari colokan kulkas. “Dia melihat ada api di colokan itu, colokan kulkas itu ya. Tapi wallahuaalam ya,” ujar Marzuki saat ditemui di lokasi kejadian.

Saat kejadian, tiga anak penghuni rumah kontrakan tersebut, yaitu seorang anak perempuan berusia 12 tahun dan dua anak kembarnya yang berusia 4 tahun, sedang beristirahat siang. Pintu rumah dalam kondisi terkunci.

Sekitar pukul 14.00 WIB, seorang warga mendengar teriakan kakak dari balita kembar tersebut yang mengatakan ‘ada api’. Warga yang mendengar segera mengintip dan melihat api sudah membesar.

Marzuki segera menghubungi petugas pemadam kebakaran. Warga lainnya berupaya mengecek kondisi di dalam rumah dan mengambil air untuk pemadaman awal. Pintu rumah kemudian dibongkar oleh warga, dan kakak balita kembar tersebut berhasil keluar.

Dalam kepanikan, warga sempat tidak menyadari bahwa ada dua balita kembar yang masih berada di dalam rumah. Setelah kakak korban memberitahu keberadaan adik-adiknya, beberapa warga kembali berusaha masuk.

Namun, api yang semakin membesar dan panasnya udara membuat sebagian atap rumah runtuh. Hanya satu dari balita kembar tersebut yang berhasil diselamatkan. Kembarannya, yang berjenis kelamin laki-laki, tidak dapat diselamatkan.

Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan melanjutkan upaya pemadaman. Sekitar pukul 15.00 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya. Jasad balita laki-laki tersebut ditemukan dalam posisi duduk di dekat kamar.

Marzuki menjelaskan bahwa orang tua korban sedang bekerja saat kejadian. Biasanya, kedua balita kembar tersebut dititipkan ke rumah saudara mereka. Namun, pada hari kejadian, karena kakak mereka sedang libur sekolah, mereka dijaga oleh kakaknya.

Ayah korban segera pulang dari tempat kerjanya setibanya mendengar kabar kebakaran. Ia sempat mencoba masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan anaknya, namun dihalangi oleh warga demi keselamatannya. Setelah ditenangkan, ia akhirnya mengetahui bahwa salah satu anaknya menjadi korban tewas dalam peristiwa tersebut.

Tinggalkan komentar