Ayah Tiri Aniaya Bayi 1 Tahun hingga Tewas di Cakung, Awalnya Mengaku Muntah

JAKARTA – Kematian seorang bayi perempuan berusia satu tahun di Jatinegara, Cakung, Jakarta Timur, menggemparkan warga. Korban diduga tewas setelah dianiaya oleh ayah tirinya yang berinisial RP (30). Pelaku bahkan sempat menunjukkan sandiwara dengan menangis dan meminta pertolongan untuk korban.

Menurut keterangan Kapolsek Cakung Kompol Andre Try Putra, peristiwa ini terjadi pada Kamis (1/10) sekitar pukul 19.50 WIB. Pelaku datang menggendong korban sambil menangis dan meminta tolong kepada saksi berinisial S, yang merupakan ipar dari ibu korban, untuk segera mengantar korban ke rumah sakit.

Saksi S sempat menanyakan apa yang dialami korban. Pelaku kemudian meletakkan korban di lantai dan beralasan bahwa korban sakit karena muntah-muntah. Namun, saat saksi S memeriksa, ia menemukan wajah korban penuh dengan luka lebam.

Saat ditanya lebih lanjut oleh saksi S mengenai penyebab luka lebam tersebut, pelaku memberikan jawaban yang berbelit-belit. Awalnya, pelaku mengklaim bahwa korban tertimpa kipas angin. Alasan yang sama juga disampaikan pelaku kepada ibu kandung korban.

Merasa curiga dengan gelagat pelaku dan kondisi korban, saksi S akhirnya memutuskan untuk melapor kepada Ketua RT setempat. Ketua RT kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk memeriksa kondisi korban.

Setibanya di lokasi, Ketua RT mendapati korban sudah tidak sadarkan diri dengan wajah lebam dan pucat pasi. Berdasarkan temuan tersebut, Ketua RT segera menghubungi Polsek Cakung untuk melaporkan kejadian tersebut.

Tim Unit Reskrim Polsek Cakung bersama Perwira Pengendali dan piket fungsi segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). “Setelah kami cek untuk penampakan luar dari korban ada lebam di muka dan badan. Awalnya pelaku mengaku korban muntah-muntah, setelah kami selidiki lebih lanjut ternyata korban tewas dianiaya oleh ayah tirinya,” jelas Kompol Andre Try Putra.

Saat ini, pelaku RP telah diamankan di Mapolsek Cakung. Polisi masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif di balik penganiayaan keji yang dilakukan pelaku terhadap bayi yang tidak berdosa tersebut.

Tinggalkan komentar