Aturan Ketat Jakarta Running Festival Jadi Sorotan, Pramono Anung Beri Penegasan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan tanggapan tegas terkait banyaknya pelari yang gagal mencapai cut of point (COP) dan cut of time (COT) dalam ajang Jakarta Running Festival (JRF) 2026. Fenomena ini menjadi sorotan setelah beberapa video viral menunjukkan peserta yang memaksa menerobos jalur yang telah ditutup panitia karena melewati batas waktu.

Dalam video yang beredar, terlihat panitia menutup jalur lomba half marathon karena batas waktu COP telah terlampaui. Sejumlah pelari terlihat bersikeras untuk melanjutkan, bahkan ada yang berusaha memanjat pagar dan membuka paksa pembatas jalur, diiringi dengan ucapan kasar. Pramono Anung menjelaskan bahwa JRF 2026 merupakan gelaran yang memiliki label emas atau Gold Label.

Penyelenggaraan dengan label tersebut mengharuskan pemenuhan standar superior dari berbagai aspek, termasuk pengukuran rute, sistem pencatatan waktu, keamanan, layanan medis, hingga standar aturan kompetisi elite dunia terkait tes doping. “Jadi karena half marathon itu kan sudah masuk dalam Gold Medal. Karena sudah masuk dalam Gold Medal, aturannya itu juga ketat. Itu bukan aturan yang dibuat oleh panitia, tetapi itu memang aturannya Gold Medal,” ujar Pramono seusai mengikuti lari 10K di JRF, GBK, Jakarta Pusat, Minggu (25/10/2026).

Oleh karena itu, ia menekankan bahwa aturan mengenai COP dan COT sangat ketat dan wajib dipatuhi oleh seluruh peserta. Pramono Anung mengimbau agar para peserta dapat mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh panitia dengan tertib. “Memang sudah waktunya kita semua tertib untuk mengikuti apa yang digariskan atau diterapkan oleh panitia,” tuturnya.

Pramono Anung juga membagikan pengalamannya sendiri saat mengikuti kategori 10K. Ia mengaku harus berlari cepat untuk menghindari batas waktu. “Saya aja dikasih tahu bahwa ini dua jam (kategori 10K), jadi tadi karena saya enggak mau apa, cut-off time, ya ngejar, luar biasa,” tambahnya.

Kualitas Udara Jakarta Baik Saat JRF

Selain merespons isu aturan lomba, Pramono Anung juga mengungkapkan rasa senangnya atas kualitas udara di Jakarta yang terpantau baik selama penyelenggaraan JRF. Ia bersyukur bahwa upaya pemerintah dalam menurunkan tingkat polusi udara menunjukkan hasil yang positif.

“Tapi yang jelas yang paling saya senang adalah ketika start tadi, waktu full marathon, ini apa, air pollution kita itu 66, 65-66. Kemudian, waktu mulai yang 10 (kilometer) tadi sekitar 81,” ungkap Pramono.

Angka tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa upaya menjaga kualitas udara Jakarta harus terus digalakkan. Ia berharap kondisi udara yang baik dapat dipertahankan setiap hari. “Jadi artinya kalau kita berusaha dengan sekuat tenaga untuk me-maintain weather kita, ya akhirnya bisa. Sekali lagi selamat menikmati semuanya,” jelasnya.

Pramono Anung menganggap membaiknya kualitas udara tersebut sebagai anugerah. “Gusti, Gusti Allah, Gusti Allah,” katanya saat ditanya apakah perbaikan kualitas udara tersebut berkat adanya modifikasi cuaca.

Tinggalkan komentar