Anker Harap Eskalator Ditambah Pasca Aturan Baru KAI Commuter di Stasiun Duri

JAKARTA – KAI Commuter kini memberlakukan larangan bagi pengguna KRL, yang akrab disebut anak kereta (Anker), untuk berjalan mendahului di eskalator Stasiun Duri. Menanggapi kebijakan ini, para Anker berharap agar jumlah eskalator dapat ditambah untuk mengantisipasi antrean yang mungkin timbul.

Pantauan di Stasiun Duri pada Rabu (14/10/2026) menunjukkan kedua eskalator di peron 5 telah kembali berfungsi normal setelah salah satunya mengalami gangguan teknis sejak Sabtu (3/10). Papan petunjuk yang sebelumnya mengarahkan penggunaan sisi kiri untuk berdiri dan sisi kanan untuk berjalan telah dilepas.

Seorang Anker bernama Jean (40) menyatakan dukungannya terhadap kebijakan KAI Commuter. Menurutnya, eskalator dirancang untuk perpindahan otomatis tanpa perlu berjalan. “Pada dasarnya eskalator itu dibuat untuk memindahkan orang secara otomatis ya, jadi bukan sebagai jalur untuk berlomba lomba menaiki tangga,” kata Jean di Stasiun Duri.

Meskipun setuju dengan aturan tersebut, Jean menekankan pentingnya perbaikan dalam manajemen arus naik dan turun penumpang untuk mencegah penumpukan antrean. “Menurut saya kebijakan dari Stasiun Duri juga mengutamakan bahwa berdiri itu diam merupakan langkah yang tepat asalkan disertai dengan pengelolaan kepadatan penumpang itu sendiri,” ujarnya.

Namun, Anker lain bernama Dita (29) mengungkapkan ketidaksetujuannya. Ia khawatir penumpang yang melakukan transit akan menghadapi antrean lebih lama di eskalator Stasiun Duri, padahal mereka harus segera mengejar kereta selanjutnya. “Kalau misal kayak dua-duanya untuk diam, ya itu sih bakalan numpuk banget yang pertama. Terus kayak kita buat yang buru-buru mengejar kereta berikutnya tuh jadi kayak ketinggalan, gitu. Karena kayak kereta kan nunggunya juga cuma sebentar kan, kayak apalagi ini kan transit. Transit tuh kita harus buru-buru juga buat mengejar kereta. Terus kayak di tangga sana juga kan numpuk juga kan,” ujar Dita.

Dita menyarankan penambahan jumlah eskalator sebagai solusi untuk mengurai antrean dan kepadatan. “Kalau mungkin terkait eskalator, ya karena mungkin ditambah aja sih sebenarnya kalau emang mau,” harap Dita.

Sebelumnya, VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda menjelaskan bahwa kebijakan baru ini diambil sebagai respons terhadap kerusakan eskalator di Stasiun Duri yang disebabkan oleh beban hentakan pengguna saat berlari atau berjalan. Oleh karena itu, pengguna kini dilarang berjalan atau berlari di eskalator. “Dengan pertimbangan mengacu pada kajian dan keselamatan, KAI Commuter menegaskan bahwa saat ini pengguna diimbau untuk tertib dengan diam atau tidak berjalan atau berlari ketika berada di eskalator. Tujuannya adalah untuk keselamatan bersama pada saat menggunakan eskalator,” ujar Karina dalam keterangan tertulisnya, Rabu (14/10).

Tinggalkan komentar