Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Kalimantan Tengah (Kalteng), Andina Thresia Narang, mengungkapkan situasi terkini mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut. Ia melaporkan bahwa asap akibat kebakaran masih sangat tebal dan banyak titik api yang sulit dijangkau oleh tim pemadam.
“Kondisi saat ini asap masih tebal dan banyak titik api yang tidak bisa dijangkau oleh relawan pemadam. Dampaknya tentu sangat dirasakan oleh masyarakat,” ujar Andina saat dihubungi pada Selasa (13/10/2026).
Andina mendesak kementerian dan lembaga terkait untuk segera turun tangan mengatasi karhutla yang semakin parah di Kalteng. Ia menambahkan bahwa musibah ini telah berdampak signifikan pada kelancaran transportasi, baik darat maupun udara.
“Ini harus menjadi perhatian serius seluruh elemen kementerian dan lembaga untuk bersama-sama memberikan perhatian langsung. Hal ini juga sangat berdampak pada transportasi darat dan udara yang menjadi terhambat. Kami berharap seluruh elemen kementerian dan lembaga untuk memberikan perhatian langsung, khususnya untuk masyarakat yang terdampak, terutama anak-anak, balita, dan lansia,” tegasnya.
Sejak Agustus lalu, Andina menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya meminimalkan dampak karhutla dengan mendistribusikan 20 ribu masker, multivitamin, dan bantuan air bersih. Selain itu, ia juga mengupayakan bantuan berupa sumur bor, pompa air, alat pemadam kebakaran, serta logistik untuk para relawan dan warga yang terdampak.
Namun, upaya tersebut dirasa belum cukup. Andina berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa water bombing untuk mempercepat pemadaman.
“Dikarenakan banyaknya titik-titik api yang sulit dijangkau relawan, maka dibutuhkan water bombing agar penanganan lebih maksimal,” jelasnya.
Andina juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kesehatan, menggunakan masker saat beraktivitas, dan meningkatkan kewaspadaan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Kalimantan Tengah.
“Pesan untuk warga, kita selalu kuat dan teruslah jaga kesehatan, memakai masker. Kita berdoa semoga kebakaran hutan ini dapat selesai dengan cepat. Jaga kesehatan dan tetap waspada terhadap kabut asap,” tutupnya.
639 Ha Lahan Masih Terbakar
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, melaporkan bahwa luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi yang masih dalam penanganan mencapai 639,23 hektare. Provinsi Kalimantan Tengah mencatat luas karhutla terluas, dipicu oleh adanya titik api baru di Taman Nasional Tanjung Puting.
“Untuk provinsi prioritas lahan gambut ada di enam provinsi, Bapak Presiden: Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau. Untuk hari ini, yang terbakar yang masih ditangani oleh satgas di lapangan, jumlahnya adalah 639,23 hektare,” ujar Suharyanto saat melaporkan perkembangan penanganan karhutla kepada Presiden Prabowo Subianto, yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa (13/10).
Suharyanto merinci bahwa lahan yang terbakar di Tanjung Puting seluas 513,89 hektare, dan penanganan terus dilakukan melalui jalur darat.
“Yang terbesar memang terjadi di Kalimantan Tengah. Kenapa paling besar? Karena baru saja ditemukan kebakaran baru di Taman Nasional Tanjung Puting, Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Per hari ini ada 513,89 hektare yang terbakar di sana. Meskipun bukan lahan gambut, lahan mineral, tetapi ini menjadi pekerjaan yang segera harus kami lakukan,” ungkapnya.