JAKARTA – Gunung Anak Krakatau (GAK) yang berlokasi di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, Lampung, dilaporkan mengalami serangkaian erupsi pada Minggu, 18 Oktober 2026. Aktivitas vulkanik ini menghasilkan kolom abu yang membubung hingga ketinggian bervariasi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung melalui akun Instagram resminya mengumumkan bahwa erupsi pertama tercatat pada pukul 12.01 WIB, melontarkan abu vulkanik setinggi 657 meter di atas permukaan laut (mdpl), atau 500 meter di atas puncak gunung.
Selanjutnya, pada pukul 12.57 WIB, erupsi kedua terjadi dengan kolom abu mencapai 257 mdpl, atau 100 meter di atas puncak. Puncak aktivitas pada hari itu terjadi pada pukul 12.59 WIB, di mana erupsi kembali dilaporkan dengan kolom abu setinggi 257 mdpl.
Menurut data yang terekam pada seismograf, erupsi terakhir memiliki amplitudo maksimum 56 mm dengan durasi 36 detik. Kolom abu yang teramati memiliki warna kelabu hingga hitam pekat dan bergerak ke arah timur laut.
BPBD Lampung mengimbau masyarakat, pengunjung, serta wisatawan untuk tidak mendekati atau melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi Gunung Anak Krakatau demi keselamatan.