Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau melakukan penggerebekan di sebuah tempat hiburan malam bernama MP Club di Kota Pekanbaru. Operasi yang berlangsung pada Minggu (11/10) dini hari itu berhasil mengamankan 68 orang yang diduga terkait dengan peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Penggerebekan ini merupakan puncak dari penyelidikan yang telah berlangsung selama kurang lebih satu bulan terhadap aktivitas di kelab malam tersebut, yang diduga kuat menjadi lokasi peredaran narkotika. Hal ini diungkapkan oleh Dirresnarkoba Polda Riau, Kombes Putu Yudha Prawira, dalam keterangan resminya pada Selasa (13/10/2026).
Dari 68 orang yang diamankan, terdiri dari berbagai kalangan, termasuk pengunjung, waitress, petugas keamanan (security), hingga asisten manajer kelab. Seluruh individu yang terjaring operasi tersebut kemudian menjalani pemeriksaan tes urine.
Hasil tes urine menunjukkan temuan yang signifikan. Dari 47 laki-laki yang diperiksa, sebanyak 42 orang dinyatakan positif mengandung amphetamine dan methamphetamine. Sementara itu, dari 21 perempuan yang juga menjalani tes, seluruhnya terindikasi positif mengandung amphetamine maupun methamphetamine.
Selanjutnya, delapan orang dari total 68 orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami peran spesifik masing-masing dalam kasus ini. Sementara itu, 60 orang lainnya telah diserahkan kepada Tim Asesmen Terpadu (TAT) di Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau untuk menjalani asesmen lebih lanjut.
“Hasil asesmen akan menjadi salah satu dasar untuk menentukan penanganan selanjutnya, termasuk kemungkinan proses hukum atau rekomendasi rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Kombes Putu.
Selain mengamankan puluhan orang, petugas juga berhasil menyita sejumlah barang bukti yang diduga kuat berkaitan dengan transaksi narkotika. Barang bukti tersebut meliputi 7,5 butir pil ekstasi, ganja seberat 1,6 gram, serta uang tunai sebesar Rp14,3 juta.
Penyelidikan dan penyidikan masih terus berjalan untuk mengungkap asal-usul narkotika yang beredar, dugaan transaksi yang terjadi di lokasi, serta potensi keterlibatan pihak lain dalam jaringan pemasok narkoba di tingkat yang lebih tinggi. Barang bukti yang disita ditemukan pada sejumlah orang yang diamankan, baik pengunjung maupun pekerja di kelab tersebut.